Tangani Kemiskinan di Banten, Airin-Ade Siapkan Sejumlah Program
Jum'at, 08 November 2024 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Keterpaduan pengentasan kemiskinan ini pernah disampaikan Airin saat silaturahmi dengan warga. Airin menilai, berbagai program untuk menekan angka pengangguran, juga akan mengikis jumlah kemiskinan. “Kita kembangkan sekolah vokasi berbasis siap kerja. Selain itu, ada proses evaluasi juga terkait pendidikan kejuruan,” kata Airin.
Airin-Ade juga punya program Muda Berdaya. Yakni mendorong kemandirian pemuda mengembangkan usaha. “Pemberdayaan pemuda ini kita turunkan hingga ke pesantren-pesantren. Program Santri Innovator dan Santri Bertani, akan mendorong peningkatan ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. Baca juga: Mardiono Siapkan Transisi Kepemimpinan Soal Atasi Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Ada juga program Kartini Banten, edukasi literasi keuangan keluarga, peningkatan peran PKK, hingga perlindungan anak yatim dan tidak mampu secara ekonomi. “Kita harus mampu memfasilitasi panti-panti sosial, memberikan bantuan dan pemberdayaan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial,” terangnya.
Airin menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan (stakeholder). Melalui konsep pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media massa. “Sinergi dan kolaborasi ini akan menciptakan kesejahteraan dan Banten maju bersama,” tandasnya.
Airin-Ade juga punya program Muda Berdaya. Yakni mendorong kemandirian pemuda mengembangkan usaha. “Pemberdayaan pemuda ini kita turunkan hingga ke pesantren-pesantren. Program Santri Innovator dan Santri Bertani, akan mendorong peningkatan ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. Baca juga: Mardiono Siapkan Transisi Kepemimpinan Soal Atasi Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Ada juga program Kartini Banten, edukasi literasi keuangan keluarga, peningkatan peran PKK, hingga perlindungan anak yatim dan tidak mampu secara ekonomi. “Kita harus mampu memfasilitasi panti-panti sosial, memberikan bantuan dan pemberdayaan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial,” terangnya.
Airin menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan (stakeholder). Melalui konsep pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media massa. “Sinergi dan kolaborasi ini akan menciptakan kesejahteraan dan Banten maju bersama,” tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :