TIM Fest ke-56, Ajang Ekspresi Kreativitas Tanpa Batas
Selasa, 05 November 2024 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta, Iwan Henry Wardhana, mengatakan, Taman Ismail Marzuki telah menjadi warisan budaya Indonesia sejak didirikan pada tahun 1968 dan telah menumbuhkan perkembangan seni lokal, teater, musik, film, dan sastra selama lebih dari lima dekade.
Dia menyampaikan, TIM menjadi tempat para seniman legendaris bertemu dengan bakat-bakat baru, membentuk lanskap budaya Indonesia. Menurutnya, sebagai pusat yang memupuk kreativitas dan melestarikan warisan Indonesia yang kaya, TIM menjadi kebanggaan bagi banyak generasi. “Taman Ismail Marzuki ini bisa dibilang lebih dari sekedar tempat pertemuan. TIM adalah penghormatan hidup bagi semangat seni Indonesia,” ujar Iwan.
Kepala UP PKJ TIM, Arif Rahman menjelaskan, semua kegiatan yang dihadirkan dalam acara TIM Fest ini sebagai refleksi karya dan budaya seni Indonesia, termasuk juga upaya mempromosikan potensi seni budaya DKI Jakarta, pada skala nasional agar lebih dikenal dan dimaknai oleh masyarakat Jakarta.
Dia menilai, penyelenggaraan TIM Fest dapat menciptakan iklim kebersamaan antara pelaku seni dan untuk menciptakan inovasi menuju kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan pengembangan potensi dan kreativitas para talenta muda dalam melaksanakan kegiatan seni budaya, serta sebagai ajang untuk memberi wadah kegiatan untuk dapat berinovasi sebagai bentuk upaya pelestarian seni budaya, menumbuhkan rasa semangat dan kecintaan terhadap seni budaya,” urai Arif.
Dia menyampaikan, TIM menjadi tempat para seniman legendaris bertemu dengan bakat-bakat baru, membentuk lanskap budaya Indonesia. Menurutnya, sebagai pusat yang memupuk kreativitas dan melestarikan warisan Indonesia yang kaya, TIM menjadi kebanggaan bagi banyak generasi. “Taman Ismail Marzuki ini bisa dibilang lebih dari sekedar tempat pertemuan. TIM adalah penghormatan hidup bagi semangat seni Indonesia,” ujar Iwan.
Kepala UP PKJ TIM, Arif Rahman menjelaskan, semua kegiatan yang dihadirkan dalam acara TIM Fest ini sebagai refleksi karya dan budaya seni Indonesia, termasuk juga upaya mempromosikan potensi seni budaya DKI Jakarta, pada skala nasional agar lebih dikenal dan dimaknai oleh masyarakat Jakarta.
Dia menilai, penyelenggaraan TIM Fest dapat menciptakan iklim kebersamaan antara pelaku seni dan untuk menciptakan inovasi menuju kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan pengembangan potensi dan kreativitas para talenta muda dalam melaksanakan kegiatan seni budaya, serta sebagai ajang untuk memberi wadah kegiatan untuk dapat berinovasi sebagai bentuk upaya pelestarian seni budaya, menumbuhkan rasa semangat dan kecintaan terhadap seni budaya,” urai Arif.
Lihat Juga :