Kisah Cinta Raja Majapahit Hayam Wuruk kepada Dyah Pithaloka Citraresmi

Jum'at, 01 November 2024 - 07:26 WIB
loading...
Kisah Cinta Raja Majapahit...
Kisah cinta Raja Majapahit Hayam Wuruk kepada putri Sunda bernama Dyah Pithaloka Citraresmi (putri Maharaja Linggabuana Wisesa) berakhir dengan Perang Bubat. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
MOJOKERTO - RAJA Hayam Wuruk naik tahta jadi raja di Kerajaan Majapahit masih berstatus lajang alias tidak memiliki pasangan. Bagaimana tidak beberapa riwayat menyebut Hayam Wuruk naik tahta jadi raja di usia muda sekitar 16 tahun.

Padahal sebagai kerajaan besar pasangan amatlah penting untuk meneruskan trah penguasa selanjutnya. Keadaan inilah yang membuat keluarga terutama sang ibunya Tribhuwana Tunggadewi mendorong Hayam Wuruk untuk mencari pasangan hidup.

Baca juga: Kisah Cinta Gajah Mada dengan 4 Wanita yang Menggemparkan

Bahkan berbagai cara dilakukan agar sang raja muda itu segera menemukan jodoh dan menikah. Sayembara konon dilakukan demi menyeleksi putri-putri raja di wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Namun hasilnya tidak ada yang cocok dan membuat hati Hayam Wuruk bergetar.



Lambat laun sosok Bathara Sapthaprabhu dan Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada menjadi penentu siapa sosok permaisuri yang layak mendampingi raja muda itu.

Pengaruh kekuatan Bathara Sapthaprabhu dan Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada, bukan sekadar berkaitan dengan kebijakan pemerintahan Hayam Wuruk, melainkan pula mengenai calon permaisurinya.

Baca juga: Kisah Pertarungan Sengit Gajah Mada Melawan Sunan Bejagung Lor di Watu Gajah Tuban

Pada proses pemilihan calon permaisuri, Bhatara Sapthaprabhu yang merupakan Dewan Penasihat Raja Majapahit, menyarankan kepada Hayam Wuruk untuk menikahi putri Sunda bernama Dyah Pithaloka Citraresmi (putri Maharaja Linggabuana Wisesa).

Sri Wintala Achmad pada "Perang Bubat 1279 Saka : Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit" mengisahkan bagaimana motivasi perkawinan antara Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka tersebut, karena ingin menyambung tali persaudaraan Sunda dan Majapahit yang mulai renggang.

Berkat saran dari Bhatara Sapthaprabhu, Hayam Wuruk yang sebelumnya mengetahui kecantikan wajah Dyah Pitaloka Citraresmi melalui juru gambar Sungging Prabhangkara tersebut bersedia melamarnya dari Maharaja Linggabuana Wisesa di Kerajaan Sunda pada tahun 1357.

Melalui Madhu, Hayam Wuruk melamar Dyah Pitaloka Citraresmi. Lamaran Hayam Wuruk pun tersampaikan dengan bantuan Tuan Anepekan dan Madhu yang disampaikan kepada Maharaja Linggabuana Wisesa.

Raja Sunda itu menerima lamaran Hayam Wuruk. Sungguh pun tidak mendapat persetujuan dari sang patih besar Sunda Patih Amangkubhumi Bunisora.

la menerima permintaan Madhu yang diidentikkan dengan Gajah Mada, agar perkawinan antara Hayam Wuruk dan putrinya dilaksanakan di Majapahit.

Karena tidak menerima masukkan dari Patih Amangkubhumi Bunisora, Maharaja Linggabuana Wisesa nekat datang ke Majapahit untuk menyerahkan Dyah Pitaloka Citraresmi kepada Hayam Wuruk.

Sesampai di lapangan Bubat, rombongan pengantin Sunda tersebut ditemui oleh pasukan Bhayangkara di bawah komando Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada.

Pada pertemuan itu, Maharaja Linggabuana Wisesa dan Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada melakukan diplomasi.

Dalam diplomasi tersebut, Linggabuana Wisesa menolak permintaan Gajah Mada agar Dyah Pitaloka diserahkan kepada Hayam Wuruk bukan sebagai pengantin, melainkan sebagai tanda takluk Sunda pada Majapahit.

Akibatnya terjadi benturan kepentingan keduanya yang berujung pada perang. Perang inilah yang disebut Perang Bubat, sebagaimana nama lapangan tempat pertemuan kedua pasukan ini.

Perang yang terjadi antara rombongan pengiring pengantin Sunda dan pasukan Bhayangkara Majapahit tidak berlangsung seimbang.

Di ujung perang, Maharaja Linggabuana Wisesa, permaisuri, dan beserta rombongannya tewas. Mengetahui ayah dan ibunya meninggal, Dyah Pitaloka Citraresmi bunuh diri.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejaksaan Hari Ini
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved