Atang Trisnanto Ajak Kampus Rumuskan Ikonik Digitalisasi Kota Bogor
Rabu, 30 Oktober 2024 - 06:17 WIB
loading...
Calon Wali Kota Bogor nomor urut 2 Atang Trisnanto. Foto/Istimewa
A
A
A
BOGOR - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 2 Atang Trisnanto-Annida Allivia mengajak kampus atau universitas dan sekolah tinggi di kota hujan bersatu merumuskan ikonik digitalisasi daerahnya sebagai benteng perjuangan generasi muda dari kalangan intelektual masa kini untuk membentuk nilai ekonomi, budaya, dan layanan yang friendly. Atang mengatakan, sudah tidak mungkin berlari tanpa adaptif terhadap digitalisasi.
Adapun inisiatif ini untuk memberikan warna dan inspirasi level daerah untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk kementerian baru yakni Kementerian Komunikasi dan Digital dengan menteri pertamanya adalah Meutya Hafid.
“Secara bentuk, Bogor punya Rubo tinggal dipikirkan apa ada ikon baru juga. Secara sistem digital sudah ikonik di masyarakat? Sepertinya belum. Kita harus smart system. Kita sudah tidak mungkin berlari tanpa adaptif terhadap digitalisasi, tidak mungkin beres tanpa integrasi, tidak mungkin happy tanpa membentuk identitas kuat. Tidak mungkin berjalan tanpa selaras dengan program pemerintah pusat. Tidak akan Nyaman kalau data kita tidak aman,” ujar Atang di Kota Bogor, Selasa (29/10/2024).
Baca juga: Sendi-Melli Siapkan Program Penanganan Banjir Kiriman di Kota Bogor
Dia mengungkapkan bahwa Bogor sesungguhnya tidak kekurangan pemuda revolusioner, inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Bogor memiliki kampus-kampus berstandar internasional seperti IPB, ada pula kampus swasta yang berkembang.
Hanya saja, selama ini belum ada yang merangkul para intelektual muda, programmer, desain grafis, hacker, pegiat media sosial, gamers menjadikan era digital ini untuk membangun daerah dengan cara bersatu membangun karya digital yang ikonik dan dikenang selamanya. Atang menambahkan, sumpah pemuda yang kini begitu ikonik membakar ingatan tentang anak-anak muda yang kala itu 1928, mampu membentuk identitas mereka sebagai pejuang dan didengarkan bangsa ini hingga kini.
Mereka, kata Atang, hanya kenal bambu runcing, buku dari kertas yang terbatas, tidak ada telepon genggam, tapi sumpahnya mengiringi kemerdekaan Indonesia sampai sekarang dan seterusnya. “Pelayanan digital Kota Bogor sudah cukup banyak, baik di bidang kesehatan maupun perizinan. Namun demikian, apakah warga Bogor sudah hafal satu-satu layanan digital yang ada dan gemar menggunakannya? Layanan sudah userfriendly dan terintegrasi dan dijamin aman? Belum tentu,” katanya.
Adapun inisiatif ini untuk memberikan warna dan inspirasi level daerah untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk kementerian baru yakni Kementerian Komunikasi dan Digital dengan menteri pertamanya adalah Meutya Hafid.
“Secara bentuk, Bogor punya Rubo tinggal dipikirkan apa ada ikon baru juga. Secara sistem digital sudah ikonik di masyarakat? Sepertinya belum. Kita harus smart system. Kita sudah tidak mungkin berlari tanpa adaptif terhadap digitalisasi, tidak mungkin beres tanpa integrasi, tidak mungkin happy tanpa membentuk identitas kuat. Tidak mungkin berjalan tanpa selaras dengan program pemerintah pusat. Tidak akan Nyaman kalau data kita tidak aman,” ujar Atang di Kota Bogor, Selasa (29/10/2024).
Baca juga: Sendi-Melli Siapkan Program Penanganan Banjir Kiriman di Kota Bogor
Dia mengungkapkan bahwa Bogor sesungguhnya tidak kekurangan pemuda revolusioner, inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Bogor memiliki kampus-kampus berstandar internasional seperti IPB, ada pula kampus swasta yang berkembang.
Hanya saja, selama ini belum ada yang merangkul para intelektual muda, programmer, desain grafis, hacker, pegiat media sosial, gamers menjadikan era digital ini untuk membangun daerah dengan cara bersatu membangun karya digital yang ikonik dan dikenang selamanya. Atang menambahkan, sumpah pemuda yang kini begitu ikonik membakar ingatan tentang anak-anak muda yang kala itu 1928, mampu membentuk identitas mereka sebagai pejuang dan didengarkan bangsa ini hingga kini.
Mereka, kata Atang, hanya kenal bambu runcing, buku dari kertas yang terbatas, tidak ada telepon genggam, tapi sumpahnya mengiringi kemerdekaan Indonesia sampai sekarang dan seterusnya. “Pelayanan digital Kota Bogor sudah cukup banyak, baik di bidang kesehatan maupun perizinan. Namun demikian, apakah warga Bogor sudah hafal satu-satu layanan digital yang ada dan gemar menggunakannya? Layanan sudah userfriendly dan terintegrasi dan dijamin aman? Belum tentu,” katanya.
Lihat Juga :