Teknologi Appostraps, Ikhtiar Selamatkan Daratan dengan Ban Bekas
Selasa, 29 Oktober 2024 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Berbagai cara dilakukan agar desa gang dihuninya tak hilang. Selain menyadarkan masyarakat agar tak sembarangan menambang pasir, Sahari memiliki ide untuk menjaring pasir menggunakan ban bekas.
"Dengan bantuan Pertamina kami pasang tumpukan 800 meter di garis pantai selama 8 tahun menghasilkan daratan mencapai 3,8 hektare. Dana yang dibutuhkan Rp1 juta per meter"ucapnya.
Beberapa universitas telah melakukan studi terkait terciptanya ekosistem penyelamat daratan itu. Diantaranya Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kawasan ekowisata Pasir Putih merupakan bagian dari program CSR PHE ONWJ dengan nama Jam Pasir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir).
Iin Inani, Ketua Gapokan Pantai Barokah, Cilamaya Kulon mengatakan, keberadaan wisata Pasir Putih menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. "Dengan bantuan Pertamina, termasuk pelatihan dan keberadaan tempat wisata sangat berarti bagi ekonomi kami,"sebutnya.
Saat ini jumlah ibu-ibu yang terlibat dalam ekosistem Jam Pasir mencapai puluhan orang. "Sejak abrasi ditanggulangi, ekonomi masyarakat membaik. Kami bisa berjualan di tempat wisata. Omzet per bulan bisa mencapai Rp6juta hingga Rp10 juta per bulan,"tegasnya.
Pakar Lingkungan Hidup Alexander Soni Keraf menilai, pemdampingan yang dilakukan Pertamina tak sekadar memberikan dampak positif terhadap lingkungan, juga menciptakan ekonomi sirkular yang meperkuat ketahanan ekonomi rakyat. "Ban bekas bisa dipasok dari masyarakat. Ada UMKM yang terlibat, ekonomi rakyat bertumbuh sehingga tercipta ekonomi sirkular tak sekadar masalah lingkungan saja,"paparnya.
Soni yang juga Mantan Menteri Lingkungan Hidup itu menilai, langkah pendampingan yang dilakukan Pertamina sangat strategis dan diyakini memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara. "Upaya yang dilakukan Pertamina patut dijadikan role model oleh perusahaan nasional,"katanya.
"Dengan bantuan Pertamina kami pasang tumpukan 800 meter di garis pantai selama 8 tahun menghasilkan daratan mencapai 3,8 hektare. Dana yang dibutuhkan Rp1 juta per meter"ucapnya.
Beberapa universitas telah melakukan studi terkait terciptanya ekosistem penyelamat daratan itu. Diantaranya Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kawasan ekowisata Pasir Putih merupakan bagian dari program CSR PHE ONWJ dengan nama Jam Pasir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir).
Iin Inani, Ketua Gapokan Pantai Barokah, Cilamaya Kulon mengatakan, keberadaan wisata Pasir Putih menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. "Dengan bantuan Pertamina, termasuk pelatihan dan keberadaan tempat wisata sangat berarti bagi ekonomi kami,"sebutnya.
Saat ini jumlah ibu-ibu yang terlibat dalam ekosistem Jam Pasir mencapai puluhan orang. "Sejak abrasi ditanggulangi, ekonomi masyarakat membaik. Kami bisa berjualan di tempat wisata. Omzet per bulan bisa mencapai Rp6juta hingga Rp10 juta per bulan,"tegasnya.
Pakar Lingkungan Hidup Alexander Soni Keraf menilai, pemdampingan yang dilakukan Pertamina tak sekadar memberikan dampak positif terhadap lingkungan, juga menciptakan ekonomi sirkular yang meperkuat ketahanan ekonomi rakyat. "Ban bekas bisa dipasok dari masyarakat. Ada UMKM yang terlibat, ekonomi rakyat bertumbuh sehingga tercipta ekonomi sirkular tak sekadar masalah lingkungan saja,"paparnya.
Soni yang juga Mantan Menteri Lingkungan Hidup itu menilai, langkah pendampingan yang dilakukan Pertamina sangat strategis dan diyakini memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara. "Upaya yang dilakukan Pertamina patut dijadikan role model oleh perusahaan nasional,"katanya.
Lihat Juga :