Profil Friederich Silaban, Anak Pendeta yang Ditunjuk Soekarno Jadi Arsitek Masjid Istiqlal
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Ketika pemenang sayembara diumumkan, nama Friederich Silaban, pria kelahiran 16 Desember 1912 itu muncul sebagai pemenang. Presiden Soekarno lalu menjuluki karya Silaban berjudul “Ketuhanan” sebagai “By The Grace of God“.
Selanjutnya, lima tahun kemudian dari tahun sayembara, penanaman tiang pancang baru dilakukan. Dan baru 17 tahun kemudian pembangunan selesai lalu resmi digunakan pada 22 Februari 1978.
Menariknya, Friederich Silaban bukanlah seorang muslim dan merupakan anak pendeta yakni Jonas Silaban. Poltak Silaban, anak Friederich bercerita tidak mudah bagi ayahnya untuk membuat desain arsitektur Masjid Istiqlal.
Selain karena tidak punya pengalaman membangun masjid juga karena pengetahuannya yang minim tentang Islam. Namun, hal itu tidak membuat putus asa. Entah ide dari mana justru Friederich menggambarkan desain masjid seperti yang bisa dilihat sekarang.
Sementara, Panogu Silaban, adik Poltak pada 2015 mengatakan, ketika mau mengikuti sayembara desain Masjid Istiqlal, ayahnya mengunjungi banyak tempat hingga ke Cianjur. Di sana dia bertemu banyak kiai dan bertanya tentang masjid.
Selanjutnya, lima tahun kemudian dari tahun sayembara, penanaman tiang pancang baru dilakukan. Dan baru 17 tahun kemudian pembangunan selesai lalu resmi digunakan pada 22 Februari 1978.
Menariknya, Friederich Silaban bukanlah seorang muslim dan merupakan anak pendeta yakni Jonas Silaban. Poltak Silaban, anak Friederich bercerita tidak mudah bagi ayahnya untuk membuat desain arsitektur Masjid Istiqlal.
Selain karena tidak punya pengalaman membangun masjid juga karena pengetahuannya yang minim tentang Islam. Namun, hal itu tidak membuat putus asa. Entah ide dari mana justru Friederich menggambarkan desain masjid seperti yang bisa dilihat sekarang.
Sementara, Panogu Silaban, adik Poltak pada 2015 mengatakan, ketika mau mengikuti sayembara desain Masjid Istiqlal, ayahnya mengunjungi banyak tempat hingga ke Cianjur. Di sana dia bertemu banyak kiai dan bertanya tentang masjid.
Lihat Juga :