Kisah Inspiratif Desa Umong Seuribee, dari Petani Subsisten Menjadi Eksportir Minyak Nilam
Selasa, 22 Oktober 2024 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Transformasi ini tidak hanya terlihat dari kenaikan harga, tetapi juga dari meningkatnya jumlah petani yang terlibat. Dari awalnya hanya 3-5 petani, kini sudah ada 60 petani yang aktif dalam budidaya nilam.
Pendapatan rata-rata petani pun meningkat signifikan, dari Rp1.464.700 menjadi Rp1.851.351 per bulan pada Juli 2024.
Baca juga: Kisah Raden Wijaya Beri Penghargaan ke Petani usai Dinobatkan Jadi Raja Majapahit
"Banyak petani kini mampu membiayai kuliah anak dan membeli laptop dari hasil penjualan minyak nilam," tambah Ali.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari program Desa Binaan BSI Klaster Nilam yang telah mengubah wajah perekonomian desa. Pada 14 Oktober 2024, desa Umong Seuribee menjadi tuan rumah acara besar yang dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, serta berbagai lembaga keuangan.
"Kami sangat terbantu dengan kemudahan akses permodalan dari BSI ini," kata Ali, menunjukkan betapa pentingnya dukungan tersebut.
Pendapatan rata-rata petani pun meningkat signifikan, dari Rp1.464.700 menjadi Rp1.851.351 per bulan pada Juli 2024.
Baca juga: Kisah Raden Wijaya Beri Penghargaan ke Petani usai Dinobatkan Jadi Raja Majapahit
"Banyak petani kini mampu membiayai kuliah anak dan membeli laptop dari hasil penjualan minyak nilam," tambah Ali.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari program Desa Binaan BSI Klaster Nilam yang telah mengubah wajah perekonomian desa. Pada 14 Oktober 2024, desa Umong Seuribee menjadi tuan rumah acara besar yang dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, serta berbagai lembaga keuangan.
"Kami sangat terbantu dengan kemudahan akses permodalan dari BSI ini," kata Ali, menunjukkan betapa pentingnya dukungan tersebut.
Lihat Juga :