Karut Marut Partai Golkar Papua Barat, Kepentingan Siapa?

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 06:18 WIB
loading...
Karut Marut Partai Golkar...
Tokoh Partai Golkar Papua Barat, Orgenes Nauw. Foto/SINDOnews/Chanry Andrew Suripaty
A A A
JAKARTA - Terkait dengan karut marut Musda Partai Golkar Papua Barat, pada 15 Agustus 2020 lalu, tokoh Partai Golkar Papua Barat, Orgenes Nauw, yang juga merupakan Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Golkar Papua Barat angkat bicara.

(Baca juga: Musda Golkar Papua Barat Berakhir di Mahkamah Partai, Ada Apa? )

Ditemui di Jakarta, usai sidang sengketa Musda Partai Golkar Papua Barat di Mahkamah Partai Golkar , Orgenes mengaku sangat prihatin atas karut marutnya pelaksanaan Musda Partai Golkar Papua Barat, yang berlangsung di Jakarta, dan harus mengalami penundaan sebanyak empat kali. Hingga berujung kepada sidang sengketa pada Mahkamah Partai Golkar .

Kekecewaan Orgenes Nauw ini bukan tanpa alasan. Menurutnya Musda Partai Golkar Papua Barat ini, adalah Musda yang paling rumit di sepanjang sejarah Partai Golkar pada tingkat II di seluruh Indonesia. Hal ini menurutnya menjadi catatan sangat berharga untuk bagaimana konsolidasi partai secara baik dari pusat hingga ke daerah.

"Musda ini sangat melelahkan, mungkin Musda yang paling sangat complicated sepanjang sejarah Partai Golkar di tingkat dua di seluruh Indonesia. Ini menjadi sebuah catatan pengalaman yang sangat berharga untuk bagaimana konsolidasi partai ini secara baik, dari pusat sampai ke bawah. Terutama ini supaya proses demokrasi di internal partai itu harus berjalan dengan baik," ungkap Orgenes Nauw, kepada SINDOnews.com di kantor DPP Partai Golkar , Slipi, Jakarta, Jumat (28/8/2020).

(Baca juga: Musda Partai Golkar Labuhanbatu Ricuh, Ada Aksi Banting Kursi )

Lanjut Orgenes, dengan kondisi karut marut Musda Partai Golkar Papua Barat seperti ini, sudah barang tentu dirinya ragu akan lahir para pemimpin yang berkualitas dan luar biasa. Karena menurutnya sejak awal Partai Golkar sudah mempunyai pemimpin yang berkualitas.

"Dengan begitu akan lahir pemimpin pemimpin yang berkualitas juga, dan Partai Golkar ini kan punya segudang tokoh-tokoh serta kader yang memang menjadi pemimpin luar biasa dari sejak awal kehadiran Partai Golkar di Indonesia sampai hari ini. Nah kalau sudah seperti ini, maka ke depan ini kita sanksikan apakah akan lahir tokoh-tokoh yang memiliki kompetensi atau kualifikasi di dalam political skill atau leader ship skill atau managerial skill atau seperti itu kita sulit untuk bisa melahirkan pemimpin yang mempunyai integritas," ujarnya.

Orgenes Nauw berharap, Ketua Umum Partai Golkar , Airlangga Hartarto dan seluruh perangkat pimpinan Partai Golkar untuk dapat menjalankan setiap Musda Partai Golkar di setiap daerah secara transparan. (Baca juga: Jaringan Narkoba di Blitar Dikendalikan dari Lapas Madura )

"Kita berharap bahwa bapak ketua umum, dalam hal ini seluruh instrumen yang dibuat oleh DPP Partai Golkar dalam rangka pelaksanaan musda ini ya kita laksanakan secara murni dan konsekuen," tegasnya

Orgenes juga meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar , Airlangga Hartarto agar dapat memberikan perhatrian khusus dalam setiap pelaksanaan musda disetiap daerah, khususnya di Papua Barat. Aagar melahirnkan tokoh-tokoh pemimpin Partai Golkar yang kredibel dan terbaik, untuk kebesaran Partai Golkar ke depan.

"Kemudian karena menghadapi event-event poltik di Pilkada, Pileg, kemudian Pilpres. Maka kita harus sungguh-sungguh minta kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar , Airlangga Hartarto memberi perhatian khusus supaya tokoh-tokoh yang nanti akan terpilih melalui proses atau mekanisme musda ini, adalah tokoh-tokoh yang mampu untuk membangun kekuatan politik rill di bawah, dan kesinambungan Partai Golkar itu bisa terjaga dalam rangka suksesi kepemimpinan nasional melalui Partai Golkar itu sendiri," tandasnya.

Dalam proses sidang sengketa Musda Partai Golkar Papua Barat, yang digelar Mahkamah Partai Golkar , Orgnenes Nauw menilai, sudah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dimana proses sidang sengketa ini, menurutnya merupakan rentetan dari karut marut Musda Partai Golkar Papua Barat.

(Baca juga: Sempat Diminta Masukan, Risma Serahkan Keputusan ke Megawati )

Menurut Orgenes Nauw, karut marut pelaksanaan Musda Partai Golkar Papua Barat, terindikasi kuat ada rekayasa politik dari kelompok kepentingan tertentu dalam kubu Partai Golkar yang berasal dari Papua Barat. Simana kelompok tersebut sebenarnya tidak mengabdi untuk kebesaran Partai Golkar di Papua Barat.

"Terkait sidang ini. Gugatan di Mahkamah Partai Golkar untuk kandidat Pak Lambert Jitmau ini sudah berjalan sesuai dengan hukum acara di Mahkamah Partai Golkar . Ini merupakan satu rentetan proses panjang sejak awal dari bulan Maret, ketika mulai pendaftaran lalu beberapa kali mengalami penundaan. Kemudian dinamika yang terjadi tidak seperti kelaziman yang terjadi di Partai Golkar . Karena memang ada rekayasa politik dari kelompok kepentingan tertentu, dalam tanda petik di kubu Partai Golkar sendiri yang notabene adalah orang-orang yang berasal dari Papua Barat sendiri," ungkapnya.

Dalam proses persindagan sengketa ini, lanjut Orgenes diharapkan dalam sidang lanjutan nantiya para pemohon dan termohon harus hadir agara dapat memberikan jawaban yang betul-betul dapat menyelesaikan persoalan sengketa ini.

"Sidang sudah berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita, nanti tanggal dua atau tiga September itu sidang dilanjutkan lagi untuk kita mendengarkn pembacaan putusan sela, dan kalau memungkinkan putusan yang final begitu. Karena diharapkan nanti para pihak, baik itu yang pemohon dan termohon itu harus hadir supaya persoalannya selesai, karena kita sementara mau menghadapi event Pilkada di daerah," tutupnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Rekomendasi
SPMB Jakarta 2026 Resmi...
SPMB Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Pemilihan Sekolah
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Berita Terkini
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Infografis
Perbandingan Universitas...
Perbandingan Universitas Terbaik Iran vs Israel, Siapa Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved