Launching GKMNU, PBNU Gencarkan Keluarga Maslahat di Sumut
Senin, 14 Oktober 2024 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Letjen Sutiyoso Menyamar Jadi Sopir untuk Tangkap Pimpinan GAM di Pedalaman Aceh
NU menginisiasi Gerakan Nasional Keluarga Maslahat. “Sebagai gerakan nasional, maka seluruh struktur dan Badan Otonom Jamiyatul Ulama dari Pengurus Besar hingga Anak Ranting harus bergerak membangun keluarga maslahat,” ujarnya.
Masalahnya, kata Amin Said Husni, selama ini NU tidak terbiasa bergerak secara bersama-sama. Karenanya, harus menjadi atensi PBNU, membangun jamiyah menjadi sebuah ekosistem yang koheren, padu serentak, bergerak menuju tujuan yang sama.
Dia mengakui hal ini tidak mudah. Karenanya, perlu satu terobosan besar mengkonsolidasikan gerakan ini dari PBNU hingga ke level keluarga.
Menurutnya, ada dua tujuan gerakan nasional keluarga maslahat. Menghadirkan NU di tingkat keluarga, membangun keluarga sebagai basis ketahanan nasional, dan secara bersamaan mengkonsolidasikan jamiyah bergerak secara koheren.
Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, Cecep Khairul Anwar mengungkapkan, berdasarkan survei BPS Indonesia sedang mengalami peningkatan stunting, perceraian, nikah dini, menjadi sebuah pemikiran, bagaimana Indonesia ke depan.
“Ini tidak bisa dibiarkan, sehingga perlu sentuhan-sentuhan oleh semua stakeholder melakukan penguatan ketahanan keluarga sehingga Indonesia bisa menyongsong Indonesia emas,” kata Cecep pada launching GKMNU.
Menurut Cecep, pihaknya telah melakukan kordinasi komunikasi dengan Kemendagri, BKKBN, Pemberdayaan Perempuan, untuk melakukan kerjasama membangun Indonesia, terutama dari persfektif keluarga.
NU menginisiasi Gerakan Nasional Keluarga Maslahat. “Sebagai gerakan nasional, maka seluruh struktur dan Badan Otonom Jamiyatul Ulama dari Pengurus Besar hingga Anak Ranting harus bergerak membangun keluarga maslahat,” ujarnya.
Masalahnya, kata Amin Said Husni, selama ini NU tidak terbiasa bergerak secara bersama-sama. Karenanya, harus menjadi atensi PBNU, membangun jamiyah menjadi sebuah ekosistem yang koheren, padu serentak, bergerak menuju tujuan yang sama.
Dia mengakui hal ini tidak mudah. Karenanya, perlu satu terobosan besar mengkonsolidasikan gerakan ini dari PBNU hingga ke level keluarga.
Menurutnya, ada dua tujuan gerakan nasional keluarga maslahat. Menghadirkan NU di tingkat keluarga, membangun keluarga sebagai basis ketahanan nasional, dan secara bersamaan mengkonsolidasikan jamiyah bergerak secara koheren.
Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, Cecep Khairul Anwar mengungkapkan, berdasarkan survei BPS Indonesia sedang mengalami peningkatan stunting, perceraian, nikah dini, menjadi sebuah pemikiran, bagaimana Indonesia ke depan.
“Ini tidak bisa dibiarkan, sehingga perlu sentuhan-sentuhan oleh semua stakeholder melakukan penguatan ketahanan keluarga sehingga Indonesia bisa menyongsong Indonesia emas,” kata Cecep pada launching GKMNU.
Menurut Cecep, pihaknya telah melakukan kordinasi komunikasi dengan Kemendagri, BKKBN, Pemberdayaan Perempuan, untuk melakukan kerjasama membangun Indonesia, terutama dari persfektif keluarga.
Lihat Juga :