Integrasi Transportasi dengan Daerah Penyangga Dinilai Akan Kurangi Kemacetan Jakarta
Minggu, 13 Oktober 2024 - 21:32 WIB
loading...
Cagub dan Cawagub Jakarta Pramono Anung-Suswono mengusulkan integrasi transportasi Jakarta dengan daerah penyangga untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kemacetan di Jakarta telah menjadi isu serius selama bertahun-tahun. Keterbatasan lahan dan pertumbuhan volume kendaraan yang pesat memperumit pengembangan infrastruktur jalan.
Salah satu solusi yang dinilai paling efektif adalah membangun sistem transportasi umum yang handal, terjangkau, dan terintegrasi dengan wilayah penyangga, seperti yang disuarakan oleh calon gubernur Jakarta nomor urut tiga, Pramono Anung, dalam debat Pilkada Jakarta, beberapa Waktu lalu.
Pramono menekankan membangun lebih banyak jalan raya atau flyover tidak akan cukup mengatasi kemacetan. Menurutnya, sistem transportasi publik yang terintegrasi secara menyeluruh, dengan daya jangkau hingga ke Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, merupakan solusi yang lebih efektif.
"Mobilitas masyarakat akan lebih efisien jika transportasi publik dapat menjangkau hingga wilayah penyangga," ujarnya di Jakarta, Minggu (13/10/2024).
Pandangan ini didukung oleh pengamat transportasi Djoko Setijowarno, yang menyoroti pentingnya jangkauan luas transportasi publik di seluruh wilayah metropolitan Jakarta. "Sebagian besar pekerja di Jakarta tinggal di daerah penyangga. Jika transportasi publik menjangkau wilayah tersebut, ketergantungan pada kendaraan pribadi bisa berkurang," katanya.
Meski Jakarta telah menunjukkan kemajuan dengan kehadiran TransJakarta, MRT, dan LRT, sistem ini masih terbatas di dalam kota dan belum optimal menjangkau daerah penyangga. Keterbatasan aksesibilitas membuat banyak warga di area penyangga harus menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kemacetan tetap tinggi.
Salah satu solusi yang dinilai paling efektif adalah membangun sistem transportasi umum yang handal, terjangkau, dan terintegrasi dengan wilayah penyangga, seperti yang disuarakan oleh calon gubernur Jakarta nomor urut tiga, Pramono Anung, dalam debat Pilkada Jakarta, beberapa Waktu lalu.
Pramono menekankan membangun lebih banyak jalan raya atau flyover tidak akan cukup mengatasi kemacetan. Menurutnya, sistem transportasi publik yang terintegrasi secara menyeluruh, dengan daya jangkau hingga ke Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, merupakan solusi yang lebih efektif.
"Mobilitas masyarakat akan lebih efisien jika transportasi publik dapat menjangkau hingga wilayah penyangga," ujarnya di Jakarta, Minggu (13/10/2024).
Pandangan ini didukung oleh pengamat transportasi Djoko Setijowarno, yang menyoroti pentingnya jangkauan luas transportasi publik di seluruh wilayah metropolitan Jakarta. "Sebagian besar pekerja di Jakarta tinggal di daerah penyangga. Jika transportasi publik menjangkau wilayah tersebut, ketergantungan pada kendaraan pribadi bisa berkurang," katanya.
Meski Jakarta telah menunjukkan kemajuan dengan kehadiran TransJakarta, MRT, dan LRT, sistem ini masih terbatas di dalam kota dan belum optimal menjangkau daerah penyangga. Keterbatasan aksesibilitas membuat banyak warga di area penyangga harus menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kemacetan tetap tinggi.
Lihat Juga :