Profil Benny Laos, Cagub Maluku Utara yang Tewas dalam Ledakan Speedboat di Pulau Taliabu
Minggu, 13 Oktober 2024 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2009, ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, Manado, dan meraih gelar sarjana pada 2016. Sejak muda, Benny dikenal aktif bekerja dan terjun ke berbagai jenis bisnis.
Dari bekerja di toko elektronik, mengelola bisnis kayu besi, menjadi kontraktor, hingga mencoba trading bahan bangunan. Saat kerusuhan pecah di Ternate pada 2001, Benny hijrah ke Manado dan mengembangkan bisnis pelayaran serta properti melalui perusahaan “Bela Group”.
Baca juga: 16 Korban Terbakarnya Speed Boat Cagub Maluku Utara Beny Laos Masih Dirawat Intensif
Nama “Bela” sendiri merupakan akronim dari Benny Laos. Usahanya berkembang pesat, termasuk hotel Grand Dafam Bela Ternate, yang berdiri sejak 2007 di Kota Ternate.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2021, Benny memiliki kekayaan lebih dari Rp500 miliar, dengan sebagian besar dalam bentuk surat berharga dan tanah.
Selain sebagai pengusaha sukses, Benny aktif di berbagai organisasi seperti HIPMI, KNPI, IMI, KADIN, dan pernah menjabat Ketua Real Estate Indonesia (REI). Keterlibatannya di organisasi tersebut membuka jalan baginya untuk terjun ke dunia politik.
Ia memulai karier politiknya sebagai politikus Partai Demokrat dan terpilih sebagai Bupati Pulau Morotai bersama Asrun Padoma. Pada Pilkada 2013, Benny mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Maluku Utara bersama Syamsir Andili, meski tidak berhasil.
Dari bekerja di toko elektronik, mengelola bisnis kayu besi, menjadi kontraktor, hingga mencoba trading bahan bangunan. Saat kerusuhan pecah di Ternate pada 2001, Benny hijrah ke Manado dan mengembangkan bisnis pelayaran serta properti melalui perusahaan “Bela Group”.
Baca juga: 16 Korban Terbakarnya Speed Boat Cagub Maluku Utara Beny Laos Masih Dirawat Intensif
Nama “Bela” sendiri merupakan akronim dari Benny Laos. Usahanya berkembang pesat, termasuk hotel Grand Dafam Bela Ternate, yang berdiri sejak 2007 di Kota Ternate.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2021, Benny memiliki kekayaan lebih dari Rp500 miliar, dengan sebagian besar dalam bentuk surat berharga dan tanah.
Selain sebagai pengusaha sukses, Benny aktif di berbagai organisasi seperti HIPMI, KNPI, IMI, KADIN, dan pernah menjabat Ketua Real Estate Indonesia (REI). Keterlibatannya di organisasi tersebut membuka jalan baginya untuk terjun ke dunia politik.
Ia memulai karier politiknya sebagai politikus Partai Demokrat dan terpilih sebagai Bupati Pulau Morotai bersama Asrun Padoma. Pada Pilkada 2013, Benny mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Maluku Utara bersama Syamsir Andili, meski tidak berhasil.
Lihat Juga :