Kisah Gajah Mada Keluarkan Ajian Kabut Sakti Butakan Mata Penyerang Majapahit

Minggu, 13 Oktober 2024 - 06:03 WIB
loading...
Kisah Gajah Mada Keluarkan...
Mahapatih Kerajaan Majapahit Gajah Mada. Foto/Ilustrasi
A A A
KISAH Mahapatih Gajah Mada selalu menarik diulas. Konon, Gaja Mada memiliki kesaktian yang bisa mendatangkan kabut tebal, sehingga membutakan mata musuh yang hendak menyerang Kerajaan Majapahit.

Mahapatih Gajah Mada dikenal tidak hanya sebagai seorang pemimpin yang tangguh, tetapi juga memiliki kesaktian luar biasa. Salah satu kesaktian legendarisnya adalah ajian "Kabut Sakti", yang konon bisa memanggil kabut tebal untuk melindungi Majapahit dari musuh-musuhnya.

Kisah ini bermula di Trowulan, wilayah yang menjadi pusat pemerintahan Majapahit. Dalam kitab Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapanca, diceritakan bahwa Trowulan sering diselimuti kabut.

Baca juga: Kisah Heroik Pasukan Garuda TNI Cegat Konvoi Tank Israel Gagalkan Perang di Lebanon

Namun, ini bukan kabut biasa. Kabut tersebut dipercaya sebagai hasil ajian sakti yang dikuasai oleh Gajah Mada. Kabut ini muncul setiap kali Majapahit dalam bahaya. Saat fajar menyingsing, kabut akan semakin pekat, menutupi pandangan musuh.

Mata para penyerang akan buta, terjebak dalam kebingungan, sehingga mereka tidak mampu melihat Majapahit. Dalam kondisi seperti itu, pasukan Bhayangkara yang dipimpin oleh Gajah Mada dapat menyerang musuh dengan mudah, tanpa khawatir akan diserang balik.

Kabut Sakti ini menjadi bagian penting dalam sejarah Majapahit, terutama ketika terjadi Pemberontakan Ra Kuti pada tahun 1319. Ra Kuti, yang telah merebut tahta dari Raja Jayanegara, berhasil menguasai istana dengan bantuan sekutunya, Ra Yuyu dan Ra Tanca.

Ketika pemberontakan terjadi, kabut misterius menutupi seluruh Majapahit. Bahkan Gajah Mada, yang terkenal dengan ajian Kabut Saktinya, tidak bisa menembus kabut ini.

Baca juga: Kisah Hayam Wuruk Kirim Surat Lempeng Emas untuk Merajut Hubungan dengan Dinasti Ming

Kabut yang menyelimuti Majapahit pada saat itu diyakini bukan berasal dari Gajah Mada, melainkan diturunkan dari Gunung Arjuno dan Gunung Anjasmoro oleh kekuatan jahat yang mendukung Ra Kuti.

Kabut ini membuat pasukan kerajaan terpecah dan tidak dapat berkoordinasi, sehingga Jayanegara terpaksa melarikan diri bersama keluarganya ke Desa Bedander. Namun, Gajah Mada tidak tinggal diam.

Meskipun kabut menutupi pandangannya, ia berhasil mengumpulkan pasukan Bhayangkara yang masih setia kepada Jayanegara. Dengan taktik jenius dan kesaktian lainnya, Gajah Mada membalas serangan Ra Kuti.

Dia memanggil pasukan dari Bali dan membunuh Singa Parapen, mata-mata utama Ra Kuti. Pertempuran sengit terjadi di bawah kabut tebal yang menyelimuti Majapahit. Di tengah pertempuran, Gajah Mada memanggil kembali Ajian Kabut Sakti.

Baca juga: Geger Sayembara Hadiah Tanah Mataram Picu Pecah Perang Kerajaan Jipang dan Pajang

Alhasil pada saat itu justru berhasil mengacaukan barisan musuh. Pandangan musuh yang sudah terjebak dalam kabut buatan Gajah Mada semakin kacau, dan pasukan Majapahit mampu menyerang dengan lebih leluasa.

Akhirnya, Ra Kuti dikalahkan, dan Jayanegara kembali ke tahta Majapahit. Kabut tebal perlahan-lahan menghilang, menyisakan kejayaan Majapahit di bawah kepemimpinan Jayanegara yang dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada.

Demikianlah, ajian Kabut Sakti menjadi legenda dalam sejarah Majapahit, sebagai salah satu bukti kebijaksanaan dan kesaktian Mahapatih Gajah Mada dalam melindungi Kerajaan Majapahit sang penguasa bumi Nusantara.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Prabowo Jadi Inspektur...
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Perangkat Mata-mata...
Perangkat Mata-mata Israel Ditemukan Tersembunyi di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved