Kisah Hayam Wuruk Kirim Surat Lempeng Emas untuk Merajut Hubungan dengan Dinasti Ming
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 09:00 WIB
loading...
Raja Majapahit Prabu Hayam Wuruk (1351-1389). Foto/Ilustrasi
A
A
A
PERANG Bubat di masa Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk berimbas pada sektor pemerintahan. Gajah Mada sebagai Mahapatih Amangkubhumi dicopot, karena dianggap melakukan kesalahan besar dalam Perang Bubat.
Sepeninggal Mahapatih Gajah Mada pada 1364 itu jabatannya dibiarkan kosong. Sementara waktu jabatan itu diisi langsung oleh Hayam Wuruk, berdasarkan musyawarah besar keluarga kerajaan Majapahit.
Alhasil Hayam Wuruk mengemban dua jabatan sebagai kepala negara, serta mahapatih. Tapi lambat laun beban yang dialami Hayam Wuruk kian menumpuk. Hal ini menyebabkan jabatan Mahapatih Amangkubhumi itu dilepaskannya usai tiga tahun rangkap jabatan.
Baca juga: Kisah Heroik Pasukan Garuda TNI Cegat Konvoi Tank Israel Gagalkan Perang di Lebanon
Hayam Wuruk sebagaimana pada “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, dikisahkan sudah mulai kewalahan. Keputusan akhirnya diambil dengan menunjuk Gajah Enggon pada tahun 1367, sebagai Patih Amangkubhumi.
Sepeninggal Mahapatih Gajah Mada pada 1364 itu jabatannya dibiarkan kosong. Sementara waktu jabatan itu diisi langsung oleh Hayam Wuruk, berdasarkan musyawarah besar keluarga kerajaan Majapahit.
Alhasil Hayam Wuruk mengemban dua jabatan sebagai kepala negara, serta mahapatih. Tapi lambat laun beban yang dialami Hayam Wuruk kian menumpuk. Hal ini menyebabkan jabatan Mahapatih Amangkubhumi itu dilepaskannya usai tiga tahun rangkap jabatan.
Baca juga: Kisah Heroik Pasukan Garuda TNI Cegat Konvoi Tank Israel Gagalkan Perang di Lebanon
Hayam Wuruk sebagaimana pada “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, dikisahkan sudah mulai kewalahan. Keputusan akhirnya diambil dengan menunjuk Gajah Enggon pada tahun 1367, sebagai Patih Amangkubhumi.
Lihat Juga :