Aktivis Lintas Agama: Saya Bersaksi Ridwan Kamil Pemimpin yang Berdiri di Atas Semua Golongan
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Martin menuturkan KKR Natal yang tadinya dibubarkan sekelompok ormas intoleran pada 6 Desember 2016, kemudian dilaksanakan kembali di lokasi yang sama pada 23 Desember 2016.
Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung ketika itu hadir untuk menjamin dan menyatakan kepada umat Kristen agar tidak perlu khawatir lagi dengan pembubaran saat beribadah.
Terkait persoalan janji kampanye untuk satu agama dalam Pilkada Jakarta, dia menegaskan tentu hal yang wajar ketika seorang calon kepala daerah (cakada) menyampaikan janji kampanye sesuai dengan konteksnya yakni kepada siapa janji tersebut disampaikan.
"Jika cakada menghadiri pertemuan dalam forum yang dihadiri khusus oleh konstituen yang beragama muslim, tentu yang disampaikan adalah program yang berkaitan dengan konstituen tersebut," kata Martin.
Lain hal misal cakada bertemu dengan umat Kristen atau umat agama lainnya tentu program yang disampaikan yang berhubungan dengan umat agama tersebut.
"Jadi menurut saya tidak perlulah disebarkan isu hoaks, seakan-akan ada janji kampanye yang diskriminatif. Jangan kita terhanyut lagi dalam politisasi agama. Membentur-benturkan agama satu sama lain demi kepentingan politik praktis," ujarnya.
Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung ketika itu hadir untuk menjamin dan menyatakan kepada umat Kristen agar tidak perlu khawatir lagi dengan pembubaran saat beribadah.
Terkait persoalan janji kampanye untuk satu agama dalam Pilkada Jakarta, dia menegaskan tentu hal yang wajar ketika seorang calon kepala daerah (cakada) menyampaikan janji kampanye sesuai dengan konteksnya yakni kepada siapa janji tersebut disampaikan.
"Jika cakada menghadiri pertemuan dalam forum yang dihadiri khusus oleh konstituen yang beragama muslim, tentu yang disampaikan adalah program yang berkaitan dengan konstituen tersebut," kata Martin.
Lain hal misal cakada bertemu dengan umat Kristen atau umat agama lainnya tentu program yang disampaikan yang berhubungan dengan umat agama tersebut.
"Jadi menurut saya tidak perlulah disebarkan isu hoaks, seakan-akan ada janji kampanye yang diskriminatif. Jangan kita terhanyut lagi dalam politisasi agama. Membentur-benturkan agama satu sama lain demi kepentingan politik praktis," ujarnya.
Lihat Juga :