Debat Pilkada Jakarta Punya Pengaruh Besar Tentukan Pilihan Publik
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 13:12 WIB
loading...
Pelaksanaan debat kandidat memiliki pengaruh besar untuk publik menentukan pilihannya terhadap pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jakarta yang dipilih pada Pilkada Jakarta 2024. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyatakan pelaksanaan debat kandidat memiliki pengaruh besar untuk publik menentukan pilihannya terhadap pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur yang dipilih pada Pilkada Jakarta 2024.
Hal ini diungkapkan Dedi dalam diskusi akhir pekan Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Nanti Kita Cerita Tentang Pilkada DKI Hari Ini' yang digelar secara daring, Sabtu (12/10/2024).
Baca juga: Survei IPO: Elektabilitas RK-Suswono 52,6 Persen Menguat usai Debat Perdana
Dedi menuturkan Jakarta menjadi sedikit kota yang pemilihnya itu mayoritas adalah mereka yang memperhatikan gagasan dibandingkan wilayah-wilayah lain. Hal itu terpotret dalam Pilkada Jakarta 2017 lalu.
Dalam beberapa kali survei 3 bulan terakhir sebelum pemilihan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendominasi elektabilitas pada saat itu atau 3 bulan sebelum pemilihan.
"Tetapi, justru seiring waktu adanya debat kandidat sampai di hari pemilihan yang unggul justru Anies Baswedan," ujar Dedi.
Dalam catatan IPO saat itu melalui metode exit poll, diketahui 75 persen pemilih yang memilih Anies Baswedan itu dipengaruhi karena faktor gagasan dan juga performa dalam debat kandidat. Sementara tema-tema lain seperti karena ada isu penistaan agama yang dahulu sempat disematkan kepada Ahok, itu faktanya tidak mempengaruhi pilihan publik di Jakarta.
Hal ini diungkapkan Dedi dalam diskusi akhir pekan Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Nanti Kita Cerita Tentang Pilkada DKI Hari Ini' yang digelar secara daring, Sabtu (12/10/2024).
Baca juga: Survei IPO: Elektabilitas RK-Suswono 52,6 Persen Menguat usai Debat Perdana
Dedi menuturkan Jakarta menjadi sedikit kota yang pemilihnya itu mayoritas adalah mereka yang memperhatikan gagasan dibandingkan wilayah-wilayah lain. Hal itu terpotret dalam Pilkada Jakarta 2017 lalu.
Dalam beberapa kali survei 3 bulan terakhir sebelum pemilihan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendominasi elektabilitas pada saat itu atau 3 bulan sebelum pemilihan.
"Tetapi, justru seiring waktu adanya debat kandidat sampai di hari pemilihan yang unggul justru Anies Baswedan," ujar Dedi.
Dalam catatan IPO saat itu melalui metode exit poll, diketahui 75 persen pemilih yang memilih Anies Baswedan itu dipengaruhi karena faktor gagasan dan juga performa dalam debat kandidat. Sementara tema-tema lain seperti karena ada isu penistaan agama yang dahulu sempat disematkan kepada Ahok, itu faktanya tidak mempengaruhi pilihan publik di Jakarta.
Lihat Juga :