HUT ke-20, BWJP Gelar Pelatihan Jurnalistik di Ponpes Pabelan Magelang
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 11:53 WIB
loading...
Pokja Bale Wartawan Jakarta Pusat (BWJP) menggelar kegiatan sosial mengajar di Pondok Pesantren Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Foto/IST
A
A
A
MAGELANG - Pokja Bale Wartawan Jakarta Pusat (BWJP) menggelar kegiatan sosial mengajar di Pondok Pesantren Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan pelatihan jurnalistik bagi para santri itu sebagai rangkaian dari perayaan HUT ke-20 Bale Wartawan Jakarta Pusat.
Ketua Panitia BWJP ke goes to Jogja Christian Dior Silitonga mengatakan, kegiatan itu berisi lelatihan dasar-dasar jurnalistik dan edukasi bahaya hoax di media sosial. Selain menyampaikan sejumlah materi pelatihan, kegiatan ditutup dengan lomba menulis antar peserta.
“Tidak cuma materi dasar jurnalistik, kami sampaikan pemahaman tentang info hoax dan cara menangkalnya. Sehingga mereka tidak mudah terhasut atau dibutakan oleh informasi yang salah,” kata Dior kepada SINDOnews, Sabtu (5/10/2024).
Baca juga: Pokja Wartawan Jaksel Sukses Gelar Spartan Fun Badminton 2023
Perkembangan media sosial belakangan ini telah demikian massif di tengah masyarakat. Namun sayangnya, kondisi demikian kerap dimanfaatkan sejumlah oknum melakukan penyesatan informasi atau penyebaran informasi bohong demi memuluskan kepentingannya.
Karena itu, para santri dan santriwati Ponpes Pabelan yang menjadi peserta kegiatan diedukasi agar bisa memilah informasi. Praktiknya, mereka diedukasi agar tidak langsung percaya dan mau melakukan pengecekan hingga terkonfirmasi kebenaran informasi melalui dunia maya itu.
“Contohnya, jika mendapat info dari medsos lebih baik cek dan ricek melalui media mainstream. Atau jika kita punya saudara di lokasi yang diinfokan untuk mengecek ke saudara, rekan di seputaran lokasi,” tegasnya.
Ketua Panitia BWJP ke goes to Jogja Christian Dior Silitonga mengatakan, kegiatan itu berisi lelatihan dasar-dasar jurnalistik dan edukasi bahaya hoax di media sosial. Selain menyampaikan sejumlah materi pelatihan, kegiatan ditutup dengan lomba menulis antar peserta.
“Tidak cuma materi dasar jurnalistik, kami sampaikan pemahaman tentang info hoax dan cara menangkalnya. Sehingga mereka tidak mudah terhasut atau dibutakan oleh informasi yang salah,” kata Dior kepada SINDOnews, Sabtu (5/10/2024).
Baca juga: Pokja Wartawan Jaksel Sukses Gelar Spartan Fun Badminton 2023
Perkembangan media sosial belakangan ini telah demikian massif di tengah masyarakat. Namun sayangnya, kondisi demikian kerap dimanfaatkan sejumlah oknum melakukan penyesatan informasi atau penyebaran informasi bohong demi memuluskan kepentingannya.
Karena itu, para santri dan santriwati Ponpes Pabelan yang menjadi peserta kegiatan diedukasi agar bisa memilah informasi. Praktiknya, mereka diedukasi agar tidak langsung percaya dan mau melakukan pengecekan hingga terkonfirmasi kebenaran informasi melalui dunia maya itu.
“Contohnya, jika mendapat info dari medsos lebih baik cek dan ricek melalui media mainstream. Atau jika kita punya saudara di lokasi yang diinfokan untuk mengecek ke saudara, rekan di seputaran lokasi,” tegasnya.
Lihat Juga :