Kisah Letkol Dhomber, Putra Dayak yang Nyamar Jadi Orang Filipina dalam Upaya Merebut Kalimantan

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 06:55 WIB
loading...
A A A
Niat baik Pangeran Mohammad Noor disetujui oleh Komodor Udara Suryadi Suryadarma. Dibentuklah Staf Khusus Pasukan Payung Republik Indonesia di bawah Komando Panglima Angkatan Udara Suryadi Suryadarma, dan sebagai Komando Pasukan ditunjuklah Mayor Tjilik Riwut yang lahir dan besar di Kalimantan.

Berdasarkan perintah harian Panglima Besar Jenderal Sudirman Nomor 232/PB/47/I, Komodor Udara Suryadi Suryadarma segera melaksanakan persiapan untuk menerjunkan pasukan payung ke Kotawaringin Kalimantan Timur. Dilaksanakanlah seleksi untuk 60 orang yang akan diterjunkan sebagai pasukan payung yang semuanya berasal dari Kalimantan termasuk Dhomber. Dua belas orang berasal dari Sulawesi dan beberapa orang dari Jawa.

Setelah diadakan seleksi, terpilihlah 12 personel yaitu Iskandar, Dachlan, J Bitak, C Willems, J Darius, Achmad Kosasih, Bachri, Ali Akbar, M Amiruddin, Emanuel, Morawi dan Djarni semuanya berasal dari Kalimantan. Mereka mengikuti pelatihan selama seminggu dengan para pelatih Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) di bawah pimpinan Opsir Udara I Sudjono.

Pada tanggal 17 Oktober 1947 para peterjun dengan segala perlengkapannya melakukan persiapan di dekat landasan terbang Maguwo. Sesuai rencana mereka diterjunkan dengan pesawat Dakota C-47 RI-002 yang dipiloti Robert Earl Freberg seorang warga negara Amerika. Selain itu ikut pula anggota AURI yang mempunyai tugas khusus menangani PHB Radio ikut di pesawat tersebut, yaitu Kapten Udara Harry Hadisumantri seorang ahli montir radio dan Kapten FM Sujoto seorang ahli telegrafis Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).

Sebelum mereka diberangkatkan, KSAU Komodor Udara Suryadi Suryadarma memberikan petunjuk kepada para penerjun. Dhomber tidak ikut dalam pasukan terjun payung yang dilepas oleh KSAU tersebut, namun sehari setelahnya pada tanggal 18 Oktober 1947 Dhomber disusupkan ke Kalimantan dengan menggunakan pesawat Dakota C-47 RI-002 melalui Philipina dan kemudian menyusup ke Kalimantan Timur dengan menggunakan kapal laut.

Misi utama yang diemban Dhomber adalah untuk mengorganisir pergerakan perjuangan di Kalimantan Timur. Misi penyusupan ini melibatkan 12 orang yang dipimpin oleh Moeharto dengan anggota; Soeharnoko Harbani, Soenaryo, Bambang Saptoadji, Boedihardjo, Moelyono Adikusuma, dan Dhomber.

Dhomber yang sebelumnya pernah bergabung dengan kesatuan MN 1001 di bawah pimpinan Tjilik Riwut ditugaskan secara khusus memandu rombongan untuk memasuki wilayah Kalimantan Timur yang dikuasai oleh tentara Belanda NICA dan membangun jaringan mata-mata sekaligus mengorganisasi gerakan gerilyawan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur, wilayah Kesultanan Bulungan yang berbatasan langsung dengan Sabah (British North Borneo) dan Filipina Selatan sekitar Kepulauan Sulu dan Mindanao.

Kawasan ini pernah digunakan oleh Sekutu untuk membangun jaringan mata-mata sebagai persiapan untuk merebut Pulau Tarakan dari tentara Jepang sekitar tahun 1943 yaitu dalam Operasi Pyiton dan Operasi Squirrel pada bulan April 1944.

Dengan menumpang kapal milik perusahaan De La Rama Shipping Company, MV Northen Hawker, Dhomber bersama Moelyono Adikusuma berlayar menuju Kalimantan Timur yang pada saat itu diduduki oleh NICA termasuk di dalamnya Kesultanan Bulungan. Rute perjalanan yang dilalui, dari Manila menuju Cebu City terus menuju Bais Dumaguete (Negros Occ) dilanjutkan ke Zamboanga lalu menuju Cotabato dan dilanjutkan ke Jolo.

Dari Jolo City dengan menyewa perahu pelayaran menuju Pulau Tawi-Tawi, terus ke Ungus Matata, Tandubas Island, dengan melewati Bonggao, Tambisan, Samporna, Lahad Dato, terus menuju Tarakan lalu ke Tanjung Selor (Bulungan).

Tanggal 30 Nopember 1947, rombongan tiba di Tanjung Selor-Bulungan. Saat itu sedang diadakan perayaan Berau yang dilaksanakan oleh Sultan Bulungan ke-10 yang bernama Sultan Djalaluddin. Karena kesibukan menyambut perayaan, kedatangan mereka tidak mendapat perhatian dari dinas intel NICA. Saat berkomunikasi pun Dhomber selalu menggunakan bahasa Solog (Sulu) dan berpura-pura tidak bisa menguasai bahasa Melayu.

Selain itu, Dhomber juga mengubah namanya menjadi Jose Sabtall bin Moehamad Djamil. Siasat ini ternyata berhasil mengelabui Dinas Intelejen NICA, terbukti saat mereka mengurus surat jalan untuk melanjutkan perjalanan menuju Derawan, polisi NICA tanpa curiga memberikannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Tongkat Komando Lanud...
Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved