alexametrics

Intel Kodim 0420 Sarko Amankan Tiga Koper Milik Dokter Korsel

loading...
Intel Kodim 0420 Sarko Amankan Tiga Koper Milik Dokter Korsel
Unit Intel kodim 0420/Sarko menemukan tiga koper besar sisa bakti sosial yang dilakukan oleh lima dokter dari Korsel di perkampungan warga Suku Anak Dalam beberapa hari lalu. Foto/SINDOnews/Nanang
A+ A-
MERANGIN - Unit Intel kodim 0420/Sarko bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Lantak Seribu Koptu Joko Listiawan sekitar pukul 18.30 WIB Sabtu (8/12/2019) menemukan tiga koper besar berisi peralatan medis dan obat-obatan sisa bakti sosial yang dilakukan oleh lima dokter dari Korea Selatan (Korsel) di perkampungan warga Suku Anak Dalam beberapa hari lalu.

Tiga koper tersebut diamankan unit Intel Kodim Sarko dan Babinsa di salah satu rumah milik warga Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang. Kemudian koper tersebut dibawa ke Koramil 042-09 Bangko, lalu langsung dibuka oleh Tim Pengawas Orang Asing (Tim Pora), seperti Kasat Intel Polres Merangin, Pasi Intel Kodim Sarko, Staf Kesbangpolinmas, dan Dinas Kesehatan.

Setelah dibuka ternyata tiga koper milik dokter Korsel tersebut terdapat peralatan medis dan obat-obatan yang menggunakan bahasa Korea. (Baca juga: Dinkes Merangin Jambi Ngaku Kecolongan Pengobatan Gratis Dokter Korsel)



"Setelah ada kegiatan orang asing, kita langsung menindaklanjuti dan saya minta para Danramil dan Babinsa untuk komsos di tengah masyarakat. Hasilnya ada masyarakat melaporkan kepada kita bahwa ada barang milik orang asing tertinggal. Kita mengamankan tiga koper milik warga Korsel di Desa Lantak Seribu kemudian kita bawa ke Koramil untuk dilakukan pemeriksaan bersama Tim Pora dan benar saja bahwa isi koper yang kita amankan berisi peralatan medis dan obat-obatan," jelas Dandim 0420/Sarko Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto kepada wartawan di Merangin, Minggu (9/12/2019).

Sementara itu usai di bongkar, tiga koper diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan di BPPOM Jambi. "Saat ini tiga koper setelah dibuka oleh Tim Pora langsung diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk dicek di BPPOM. Sebab tidak ada tulisan bahas Indonesia bagaimana penggunaannya," jelasnya.

Dari keterangan Tim Pora mengatakan bahwa pada saat melakukan perobatan kepada warga SAD, lima dokter dari Korsel tidak didampingi oleh tim medis Indonesia. (Baca juga: Injeksi 14 Titik Dokter Asal Korsel, 4 Warga SAD Jambi Malah Sakit)

"Sehingga obat-obatan yang kita dapatkan masih di amankan di Dinas Kesehatan Merangin," tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak