Cawalkot Malang yang Didukung Partai Perindo Wahyu Hidayat Petakan Persoalan Tata Kota
Selasa, 01 Oktober 2024 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Wahyu Hidayat mengungkapkan dengan pengalamannya darı birokrat tingkat bawah di Kabupaten Malang dan menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Malang selama setahun, ada beberapa persoalan dasar yang memang perlu perhatian diselesaikan, mulai dari kemacetan, permasalahan banjir, hingga pengelolaan pasar.
"Harus memahami tata kota, kalau memang pemimpinnya itu tahu dengan tata kota diserahkan saja kepada ahlinya. Karena dengan tata kota itu kita bisa menyelesaikan terkait permasalahan banjir kemacetan permasalahan sampai. Jadi salah satu perkotaan pengelolaan sampah, pasar yang tiga pasar kemarin itu," terangnya.
Wahyu juga menyoroti bagaimana Kota Malang ini dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas sebenarnya sudah berlangsung. Tapi pasca pembangunan itu, tidak bisa melakukan perawatan dan pemanfaatan secara maksimal. Makanya ia akan memanfaatkan ilmu dan pengalamannya ketika menempuh pendidikan di jurusan Tata Kelola Kota.
"Saya kuliah jurusan Tata Kota ya PWK atau planologi. Kemudian dapat beasiswa untuk sekolah ke Belanda, atau diploma juga jurusannya tata kota. Ya berarti saya punya kompetensi, terkait dengan menata kota," jelasnya.
"Sampai saat ini saya juga masih sebagai dosen luar biasa di Institut Teknologi Nasional (ITN), ngajar jurusan tata kota, permasalahan perkotaan di Malang itu ada sangat terkait dengan bagaimana tata kota," pungkasnya.
"Harus memahami tata kota, kalau memang pemimpinnya itu tahu dengan tata kota diserahkan saja kepada ahlinya. Karena dengan tata kota itu kita bisa menyelesaikan terkait permasalahan banjir kemacetan permasalahan sampai. Jadi salah satu perkotaan pengelolaan sampah, pasar yang tiga pasar kemarin itu," terangnya.
Wahyu juga menyoroti bagaimana Kota Malang ini dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas sebenarnya sudah berlangsung. Tapi pasca pembangunan itu, tidak bisa melakukan perawatan dan pemanfaatan secara maksimal. Makanya ia akan memanfaatkan ilmu dan pengalamannya ketika menempuh pendidikan di jurusan Tata Kelola Kota.
"Saya kuliah jurusan Tata Kota ya PWK atau planologi. Kemudian dapat beasiswa untuk sekolah ke Belanda, atau diploma juga jurusannya tata kota. Ya berarti saya punya kompetensi, terkait dengan menata kota," jelasnya.
"Sampai saat ini saya juga masih sebagai dosen luar biasa di Institut Teknologi Nasional (ITN), ngajar jurusan tata kota, permasalahan perkotaan di Malang itu ada sangat terkait dengan bagaimana tata kota," pungkasnya.
Lihat Juga :