Kisah SBY, dari Penulis Pidato Jenderal hingga Menjadi Pemimpin Tertinggi TNI
Minggu, 29 September 2024 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Sekembalinya ke Indonesia, SBY menempati berbagai jabatan penting, terutama di Kostrad. Salah satu puncak kariernya adalah saat ia menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya pada 1996-1997. Namun, setelah itu, SBY kembali berkarier di balik meja.
Kemudian Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto mengusulkan SBY untuk menjadi KSAD pada 1998-1999. Wiranto menilai SBY memiliki kematangan, pengalaman, dan kecakapan yang cukup untuk posisi tersebut. Namun, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menolak usulan itu dan memilih Tyasno Sudarto sebagai KSAD.
Setelah itu, SBY beralih dari militer ke dunia politik ketika Gus Dur menawarinya posisi Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben). Ini menandai akhir karier militernya dan awal dari karier politiknya.
Sebagai sipil, SBY kemudian diangkat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
Momen bersejarah bagi SBY datang ketika MPR mengamendemen konstitusi yang membuka ruang untuk pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden. Pada 2001, SBY mulai memikirkan untuk terjun ke politik praktis dan merancang pendirian Partai Demokrat.
Pada 12 Agustus 2001, dalam sebuah pertemuan yang dipimpin SBY mencetuskan keinginan untuk mendirikan partai politik, yang kemudian mewujud menjadi Partai Demokrat.
SBY didapuk sebagai ketua umum partai tersebut. Selanjutnya ketika pemilihan presiden berlangsung pada 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla menjadi pemenang dan menorehkan sejarah baru sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ke-6.
Kemudian Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto mengusulkan SBY untuk menjadi KSAD pada 1998-1999. Wiranto menilai SBY memiliki kematangan, pengalaman, dan kecakapan yang cukup untuk posisi tersebut. Namun, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menolak usulan itu dan memilih Tyasno Sudarto sebagai KSAD.
Setelah itu, SBY beralih dari militer ke dunia politik ketika Gus Dur menawarinya posisi Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben). Ini menandai akhir karier militernya dan awal dari karier politiknya.
Sebagai sipil, SBY kemudian diangkat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
Momen bersejarah bagi SBY datang ketika MPR mengamendemen konstitusi yang membuka ruang untuk pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden. Pada 2001, SBY mulai memikirkan untuk terjun ke politik praktis dan merancang pendirian Partai Demokrat.
Pada 12 Agustus 2001, dalam sebuah pertemuan yang dipimpin SBY mencetuskan keinginan untuk mendirikan partai politik, yang kemudian mewujud menjadi Partai Demokrat.
SBY didapuk sebagai ketua umum partai tersebut. Selanjutnya ketika pemilihan presiden berlangsung pada 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla menjadi pemenang dan menorehkan sejarah baru sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ke-6.
(shf)
Lihat Juga :