China Ogah, AS Resmi Pakai Remdesivir untuk Obati Pasien Corona
Sabtu, 02 Mei 2020 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Obat yang diawasi ketat ini telah memindahkan pasar keuangan dalam beberapa minggu terakhir, setelah rilis beberapa studi yang melukiskan gambaran beragam efektivitasnya.
Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS dan anggota terkemuka gugus tugas virus corona Gedung Putih, Dr Anthony Fauci, mengawasi penelitian pada 1.063 pasien di AS, Eropa dan Asia untuk menguji efektivitas obat antivirus.
Pada awal pekan ini Fauci mengatakan data menunjukkan bahwa remdesivir memiliki efek positif, signifikan, positif dalam mengurangi waktu untuk pemulihan dari pasien COVID-19.
Namun hasil berbeda diberikan oleh tim peneliti China dalam jurnal medis Inggris, The Lancet. Eksperiman yang mereka lakukan pada 237 pasien yang sakit parah di 10 rumah sakit Provinsi Hubei, wilayah asal epidemi, menunjukkan remdesivir hanya membuat sedikit perbedaan.
"Sayangnya, penelitian kami menunjukkan bahwa perawatan ini tidak memberikan manfaat spesifik dibandingkan dengan plasebo," tulis Bin Cao, penulis utama artikel tersebut.
Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS dan anggota terkemuka gugus tugas virus corona Gedung Putih, Dr Anthony Fauci, mengawasi penelitian pada 1.063 pasien di AS, Eropa dan Asia untuk menguji efektivitas obat antivirus.
Pada awal pekan ini Fauci mengatakan data menunjukkan bahwa remdesivir memiliki efek positif, signifikan, positif dalam mengurangi waktu untuk pemulihan dari pasien COVID-19.
Namun hasil berbeda diberikan oleh tim peneliti China dalam jurnal medis Inggris, The Lancet. Eksperiman yang mereka lakukan pada 237 pasien yang sakit parah di 10 rumah sakit Provinsi Hubei, wilayah asal epidemi, menunjukkan remdesivir hanya membuat sedikit perbedaan.
"Sayangnya, penelitian kami menunjukkan bahwa perawatan ini tidak memberikan manfaat spesifik dibandingkan dengan plasebo," tulis Bin Cao, penulis utama artikel tersebut.
(muh)
Lihat Juga :