Momen Nahas Pemerintah Kolonial Keruk Kekayaan Alam Malang untuk Biayai Perang
Sabtu, 21 September 2024 - 10:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Tokoh PKI Nyono Buka Tabir Misteri Gerakan 30 September 1965
“Malang dianggap punya tangsi militer, jadi dinggap cukup penting punya basis militernya Belanda. Kemudian beberapa pesawat yang landasan pesawat bisa keluar masuk ke luar negeri lewat Pakis, kemana-mana yang dikuasai lapangan udara,” ungkapnya.
Maka ketika usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan arek-arek Malang berusaha membakar sejumlah bangunan yang dibangun Belanda. Bahkan disebutkan Reza, seluruh bangunan di Jalan Bromo habis dibakar.
Hal ini agar Belanda tak bisa langsung menempati dan menguasai kembali bangunan - bangunan yang dibangunnya.
“Kalau Bromo hampir semua memang dihancurkan, di Jalan Bromo, balai kota habis (dibakar), Bank Indonesia habis (dibakar), semua bangunannya tidak ada yang asli, atapnya sudah dibangun baru,” pungkasnya.
“Malang dianggap punya tangsi militer, jadi dinggap cukup penting punya basis militernya Belanda. Kemudian beberapa pesawat yang landasan pesawat bisa keluar masuk ke luar negeri lewat Pakis, kemana-mana yang dikuasai lapangan udara,” ungkapnya.
Maka ketika usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan arek-arek Malang berusaha membakar sejumlah bangunan yang dibangun Belanda. Bahkan disebutkan Reza, seluruh bangunan di Jalan Bromo habis dibakar.
Hal ini agar Belanda tak bisa langsung menempati dan menguasai kembali bangunan - bangunan yang dibangunnya.
“Kalau Bromo hampir semua memang dihancurkan, di Jalan Bromo, balai kota habis (dibakar), Bank Indonesia habis (dibakar), semua bangunannya tidak ada yang asli, atapnya sudah dibangun baru,” pungkasnya.
(ams)
Lihat Juga :