Kisah Mayor Inf Atang Sutresna, Diberondong Peluru saat Kibarkan Merah Putih Di Timor Timur
Rabu, 18 September 2024 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mencapai darat, Mayor Atang Sutresna bersama dua anggotanya yakni, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar bergerak maju untuk merebut tempat-tempat strategis.
Selanjutnya Mayor Atang Sutresna bersama 19 prajurit Kopassandha ditugaskan merebut sejumlah lokasi strategis. Di antaranya, kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan.
Di bawah hujan tembakan musuh, Mayor Atang Sutresna kemudian meminta kedua anggotanya untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Kantor Gubernur Timor Portugis di Dili, Timor Leste pada hari pertama Operasi Seroja digelar.
Namun upaya tersebut sulit dilakukan mengingat tempat pengibaran bendera berada di tengah lapangan kantor gubernur. Lokasinya yang sangat terbuka membuat ketiganya rawan terkena tembakan musuh.
Meski begitu, Mayor Atang Sutresna tidak putus asa, dengan gigih dia memberikan tembakan perlindungan untuk kedua anggotanya, sekaligus mengalihkan perhatian musuh.
Sementara itu, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar dengan cepat berlari menuju tiang bendera. Keduanya langsung menurunkan bendera Fretilin dan menggantinya dengan bendera Merah Putih. Namun, baru naik setengah tiang, tiba-tiba Koptu Sugeng merasakan ada peluru musuh yang mengenai kakinya.
Kendati demikian, hal itu tidak meruntuhkan semangat kedua prajurit Kopassus. Keduanya tetap mengerek bendera Merah Putih hingga mencapai puncaknya.
Setelah berhasil menaikkan Merah Putih, keduanya kemudian berlindung. Dalam posisi berlindung, Koptu Sugeng memeriksa kakinya. Beruntung, peluru hanya mengenai kantong minuman dan tidak sampai melukainya.
Di tengah desingan peluru musuh Mayor Atang Sutresna secara perlahan bergerak mendekati persembunyian musuh.
Keputusan tersebut dilakukan untuk menghentikan tembakan musuh yang sangat gencar. Meski sempat dilarang oleh anak buahnya, Koptu Sugeng, namun Mayor Atang Sutresna tetap pada pendiriannya dan berusaha keluar dari tempat perlindungannya.
Kekhawatiran kedua anak buahnya menjadi kenyataan, baru 25 meter bergerak, peluru Fretilin menembus perut Mayor Atang dan mengenai bagian kepala. Mayor Atang Sutresna pun gugur seketika itu juga.
Selanjutnya Mayor Atang Sutresna bersama 19 prajurit Kopassandha ditugaskan merebut sejumlah lokasi strategis. Di antaranya, kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan.
Di bawah hujan tembakan musuh, Mayor Atang Sutresna kemudian meminta kedua anggotanya untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Kantor Gubernur Timor Portugis di Dili, Timor Leste pada hari pertama Operasi Seroja digelar.
Namun upaya tersebut sulit dilakukan mengingat tempat pengibaran bendera berada di tengah lapangan kantor gubernur. Lokasinya yang sangat terbuka membuat ketiganya rawan terkena tembakan musuh.
Meski begitu, Mayor Atang Sutresna tidak putus asa, dengan gigih dia memberikan tembakan perlindungan untuk kedua anggotanya, sekaligus mengalihkan perhatian musuh.
Sementara itu, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar dengan cepat berlari menuju tiang bendera. Keduanya langsung menurunkan bendera Fretilin dan menggantinya dengan bendera Merah Putih. Namun, baru naik setengah tiang, tiba-tiba Koptu Sugeng merasakan ada peluru musuh yang mengenai kakinya.
Kendati demikian, hal itu tidak meruntuhkan semangat kedua prajurit Kopassus. Keduanya tetap mengerek bendera Merah Putih hingga mencapai puncaknya.
Setelah berhasil menaikkan Merah Putih, keduanya kemudian berlindung. Dalam posisi berlindung, Koptu Sugeng memeriksa kakinya. Beruntung, peluru hanya mengenai kantong minuman dan tidak sampai melukainya.
Di tengah desingan peluru musuh Mayor Atang Sutresna secara perlahan bergerak mendekati persembunyian musuh.
Keputusan tersebut dilakukan untuk menghentikan tembakan musuh yang sangat gencar. Meski sempat dilarang oleh anak buahnya, Koptu Sugeng, namun Mayor Atang Sutresna tetap pada pendiriannya dan berusaha keluar dari tempat perlindungannya.
Kekhawatiran kedua anak buahnya menjadi kenyataan, baru 25 meter bergerak, peluru Fretilin menembus perut Mayor Atang dan mengenai bagian kepala. Mayor Atang Sutresna pun gugur seketika itu juga.
Lihat Juga :