7 Jenderal Kelahiran Bandung yang Jabat Pangkostrad, 3 Nama Melesat Jadi KSAD
Selasa, 17 September 2024 - 08:23 WIB
loading...
Beberapa Pati TNI AD yang lahir di Bandung dalam karier militernya pernah menduduki jabatan Pangkostrad. Salah satunya adalah KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Foto/Puspen TNI AD
A
A
A
BANDUNG - Bandung , kota yang dikenal sebagai pusat budaya dan pendidikan juga menyumbang sejumlah tokoh penting dalam militer Indonesia. Beberapa Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat (AD) yang lahir di kota ini dalam karier militernya pernah menduduki jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) .
Dari 45 sosok yang pernah menduduki posisi Pangkostrad, tujuh di antaranya berasal dari Bandung. Prestasi mereka tidak hanya terbatas pada posisi strategis di Kostrad, tetapi juga meluas ke panggung nasional.
Baca juga: Kisah Letnan Jenderal TNI (Purn) Soegito, Jual Sepeda dan Palsukan Tanda Tangan Bapaknya demi Masuk Akmil
Tiga di antara mereka berhasil meraih pangkat jenderal bintang empat dan satu nama kini masih aktif menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Sementara satu lainnya melesat ke puncak tertinggi dengan menduduki posisi Panglima TNI setelah sebelumnya menjabat sebagai KSAD.
Kostrad sebagai salah satu komando utama tempur di TNI AD memainkan peran krusial dalam struktur pertahanan negara. Jabatan Pangkostrad merupakan posisi strategis yang diemban oleh seorang jenderal berbintang tiga atau lebih, yang bertanggung jawab atas kesiapan dan operasi pasukan cadangan strategis.
Kepiawaian para jenderal kelahiran Bandung ini dalam menjalankan tugas-tugas strategis dan taktis telah mengukuhkan mereka sebagai figur-figur penting dalam sejarah militer Indonesia. Dengan latar belakang yang mengesankan ini, Bandung terus membanggakan sebagai sumber inspirasi dan pemimpin dalam dunia militer Indonesia, menunjukkan bahwa dari kota ini lahir sosok-sosok yang mampu memimpin dan berkontribusi besar dalam menjaga kedaulatan negara.![7 Jenderal Kelahiran Bandung yang Jabat Pangkostrad, 3 Nama Melesat Jadi KSAD]()
Mohamad Hasan merupakan putra kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 13 Maret 1971 yang saat ini menjabat sebagai Pangskostrad. Dia mendapat promosi menjadi Pangkostrad pada 24 Juli 2024 menggantikan menggantikan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Hal itu tertuang dalam surat keputusan panglima TNI Nomor Kep/851/VII/2024 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Mohamad Hasan dimutasi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam bagian 256 perwira tinggi (Pati) TNI.
Hasan merupakan lulusan Akademi Militer (1993) dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Kariernya di militer cukup mentereng karena berhasil menduduki sejumlah posisi strategis.
Ketika diangkat menjadi Pangdam Iskandar Muda pada 9 Desember 2021, Hasan bahkan memecahkan rekor sebagai Pangdam termuda di Indonesia. Dia juga tercatat pernah menjadi pengawal Presiden Jokowi dengan jabatan sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Hasan cukup lama menjadi Paspampres, yakni sejak 5 Februari 2016 hingga 12 Januari 2018.
Dari Istana, pria berdarah Sumatera Barat yang berasal dari Candung, Agam ini kemudian mendapat tugas sebagai Danrem 061/Surya Kencana pada 2018 hingga 2019. Setelah menjabat Danrem 061/Surya Kencana kariernya semakin moncer.
Hasan kemudian diangkat menjadi Wadanjen Kopassus periode 2019-2020. Puncaknya, ia menduduki kursi nomor satu di satuan Baret Merah, yakni Danjen Kopassus (2020-2021) yang kala itu menggantikan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang dipercaya sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.
Kemudian menjadi Pangdam Jaya pada Maret 2023 menggantikan Mayjen TNI Untung Budiharto. Terbaru dia mendapat promosi menjadi Pangkostrad, sekaligus menambah satu bintang di pundaknya menjadi Letjen TNI.
![7 Jenderal Kelahiran Bandung yang Jabat Pangkostrad, 3 Nama Melesat Jadi KSAD]()
Lahir di Bandung, Jawa Barat pada 24 Februari 1970, Maruli Simanjuntak merupakan Pangkostrad ke-43. Pria berdarah Batak ini menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sejak 29 November 2023 menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Maruli Simanjuntak merupakan Pati TNI AD jebolan Akmil 1992. Melihat sepak terjangnya di militer, Maruli memiliki riwayat karier yang cemerlang. Tercatat, Maruli ini sudah banyak mencicipi posisi strategis di militer.
Dari 45 sosok yang pernah menduduki posisi Pangkostrad, tujuh di antaranya berasal dari Bandung. Prestasi mereka tidak hanya terbatas pada posisi strategis di Kostrad, tetapi juga meluas ke panggung nasional.
Baca juga: Kisah Letnan Jenderal TNI (Purn) Soegito, Jual Sepeda dan Palsukan Tanda Tangan Bapaknya demi Masuk Akmil
Tiga di antara mereka berhasil meraih pangkat jenderal bintang empat dan satu nama kini masih aktif menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Sementara satu lainnya melesat ke puncak tertinggi dengan menduduki posisi Panglima TNI setelah sebelumnya menjabat sebagai KSAD.
Kostrad sebagai salah satu komando utama tempur di TNI AD memainkan peran krusial dalam struktur pertahanan negara. Jabatan Pangkostrad merupakan posisi strategis yang diemban oleh seorang jenderal berbintang tiga atau lebih, yang bertanggung jawab atas kesiapan dan operasi pasukan cadangan strategis.
Kepiawaian para jenderal kelahiran Bandung ini dalam menjalankan tugas-tugas strategis dan taktis telah mengukuhkan mereka sebagai figur-figur penting dalam sejarah militer Indonesia. Dengan latar belakang yang mengesankan ini, Bandung terus membanggakan sebagai sumber inspirasi dan pemimpin dalam dunia militer Indonesia, menunjukkan bahwa dari kota ini lahir sosok-sosok yang mampu memimpin dan berkontribusi besar dalam menjaga kedaulatan negara.
7 Jenderal Kelahiran Bandung yang Jabat Pangkostrad
1. Letjen TNI Mohamad Hasan
.jpg)
Mohamad Hasan merupakan putra kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 13 Maret 1971 yang saat ini menjabat sebagai Pangskostrad. Dia mendapat promosi menjadi Pangkostrad pada 24 Juli 2024 menggantikan menggantikan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Hal itu tertuang dalam surat keputusan panglima TNI Nomor Kep/851/VII/2024 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Mohamad Hasan dimutasi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam bagian 256 perwira tinggi (Pati) TNI.
Hasan merupakan lulusan Akademi Militer (1993) dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Kariernya di militer cukup mentereng karena berhasil menduduki sejumlah posisi strategis.
Ketika diangkat menjadi Pangdam Iskandar Muda pada 9 Desember 2021, Hasan bahkan memecahkan rekor sebagai Pangdam termuda di Indonesia. Dia juga tercatat pernah menjadi pengawal Presiden Jokowi dengan jabatan sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Hasan cukup lama menjadi Paspampres, yakni sejak 5 Februari 2016 hingga 12 Januari 2018.
Dari Istana, pria berdarah Sumatera Barat yang berasal dari Candung, Agam ini kemudian mendapat tugas sebagai Danrem 061/Surya Kencana pada 2018 hingga 2019. Setelah menjabat Danrem 061/Surya Kencana kariernya semakin moncer.
Hasan kemudian diangkat menjadi Wadanjen Kopassus periode 2019-2020. Puncaknya, ia menduduki kursi nomor satu di satuan Baret Merah, yakni Danjen Kopassus (2020-2021) yang kala itu menggantikan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang dipercaya sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.
Kemudian menjadi Pangdam Jaya pada Maret 2023 menggantikan Mayjen TNI Untung Budiharto. Terbaru dia mendapat promosi menjadi Pangkostrad, sekaligus menambah satu bintang di pundaknya menjadi Letjen TNI.
2. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
.jpg)
Lahir di Bandung, Jawa Barat pada 24 Februari 1970, Maruli Simanjuntak merupakan Pangkostrad ke-43. Pria berdarah Batak ini menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sejak 29 November 2023 menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Maruli Simanjuntak merupakan Pati TNI AD jebolan Akmil 1992. Melihat sepak terjangnya di militer, Maruli memiliki riwayat karier yang cemerlang. Tercatat, Maruli ini sudah banyak mencicipi posisi strategis di militer.
Lihat Juga :