alexametrics

Identitas Pemilih Jadi Persoalan Setiap Pemilu di Pangandaran

loading...
Identitas Pemilih Jadi Persoalan Setiap Pemilu di Pangandaran
Identitas kependudukan calon pemilih selalu menjadi persoalan di setiap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Pangandaran. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
PANGANDARAN - Identitas kependudukan calon pemilih selalu menjadi persoalan di setiap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Pangandaran.

Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran Uri Juaeni mengatakan, pada pelaksanaan Pemilu sebelumnya Bawaslu menemukan WNA yang sudah memiliki KTP. "Anehnya WNA yang sudah menetap lama di Pangandaran tersebut memiliki hak pilih," kata Uri.

Uri menambahkan, munculnya permasalahan tersebut dinilai lantaran kelalaian saat tahapan pemutahiran data. "Kami meminta ada koordinasi dan sinkronisasi penyelenggara Pemilu dengan OPD," tambah Uri.



Uri menjelaskan, pihaknya juga pernah menemukan WNA yang memiliki identitas ganda. "Pernah kami temukan salah satu WNA yang tinggal di Pangandaran dan punya KTP Pangandaran juga punya KTP Jawa Tengah," jelasnya.

Selain WNA yang memiliki KTP ganda juga di Kecamatan Cimerak banyak masyarakat yang sudah lama menetap tetapi tidak punya KTP dan masuk pada daftar calon pemilih. "Rata-rata masyarakat yang tidak memiliki KTP dan sudah menetap lama tersebut petani penderes," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak