alexametrics

Protes Pencemaran, Warga Kendal Hadang Truk Sampah Masuk TPA Darupono

loading...
Protes Pencemaran, Warga Kendal Hadang Truk Sampah Masuk TPA Darupono
Warga Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah menghadang truk sampah yang hendak masuk ke TPA Darupono, Kaliwungu Selatan, Kendal. Foto/iNews TV/Eddie Prayitno
A+ A-
KENDAL - Belasan warga Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah menghadang truk sampah yang hendak masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Darupono, Kaliwungu Selatan, Kendal.

Truk sampah diminta tidak membongkar sampah di TPA Darupono karena sudah penuh dan diminta membongkar di tempat lain. Sedangkan Pemkab Kendal sudah menutup 1 TPA di Pagergunung setelah diprotes warga. (Baca juga: Pemprov Jateng Segera Luncurkan BRT Koridor Semarang-Kendal)

Akibatnya TPA Darupono menjadi penuh karena seluruh sampah dibuang ditempat tersebut. Aksi penghadangan truk sampah yang akan masuk ke tempat pembuangan akhir TPA Darupono ini dilakukan warga karena khawatir bau busuk semakin menyebar.

Sebab, setelah penutupan TPA Pagergunung maka seluruh sampah dari Kendal masuk ke TPA Darupono hingga menggunung. (Baca juga: Bobol Rumah di Kendal, Residivis Perempuan Dihajar Massa)



Warga sempat terlibat adu mulut dengan sopir truk sampah karena tidak diperkenankan membongkar sampah di TPA Darupono. Puluhan warga tetap ngotot meminta sampah yang biasanya dibuang di TPA Pagergunung jangan dibawa ke TPA Darupono.

Hal itu akan menambah jumlah sampah di TPA Darupono dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Menurut Miskan, salah satu warga, truk sampah yang biasa membuang sampah di TPA Darupono tetap diizinkan bongkar.

“Namun untuk truk yang biasa membuang sampah di TPA Pagergunung tidak diperbolehkan. Penutupan TPA Pagergunung yang tidak diikuti dengan lokasi baru, ini akan menjadi masalah di sini,” katanya.

Tidak hanya beritegang dengan sopir truk sampah, warga juga terlibat adu mulut dengan Camat Kaliwungu Selatan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal. Masyarakat tetap menolak truk sampah yang biasa membuang di TPA Pagergunung untuk tidak membongkar di TPA Darupono.

Menanggapi aksi hadang warga ini kepala dinas lingkungan hidup Kendal, Sri Purwati mengatakan pemerintah sudah menyiapkan lahan baru setelah penutupan TPA Pagergunung.
“Namun lahan baru ini masih membutuhkan akses jalan truk dan pagar pembatas agar sampah tidak berserakan,” katanya.

Penutupan TPA Pagergunung oleh pemerintah daerah Kendal, kata dia, dilakukan setelah warga memprotes bau tidak sedap dari tempat pembuangan sampah ini. Permasalahan baru muncul karena sampah dari seluruh wilayah Kendal dibuang ke TPA Darupono yang kapasitasnya sudah penuh.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak