Kisah Raja Mataram Hukum Mati Tim Sukses Bupati Surabaya Adi Jangrana usai Berkhianat
Jum'at, 06 September 2024 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari buku "Babad Tanah Jawi" tulisan Soedjipto Abimanyu, Jumat (6/9/2024), hukuman mati ke Bupati Surabaya oleh Pakubuwana I pada tahun 1709 karena dinilai berkhianat saat berperang melawan Untung Surapati tahun 1706. Pasca eksekusi mati Sang Bupati Surabaya Adipati Jangrana ini digantikan oleh adiknya bernama Jayapuspita sebagai Bupati Surabaya.
Pada tahun 1714, Jayapuspita menolak menghadap Kartasura dan mempersiapkan pemberontakan. Pada tahun 1717, gabungan pasukan Kartasura dan VOC bergerak menyerbu Surabaya. Peristiwa peperangan ini konon terjadi lebih mengerikan daripada perang di Pasuruan terdahulu, semasa Untung Surapati.
Jayapuspita akhirnya kalah dalam peperangan ini, ia terpaksa menyingkir ke Japan, sekarang Mojokerto pada tahun 1718. Sunan Pakubuwana I ini meninggal dunia pada tahun 1719. Sepeninggalnya, tahta Raja Mataram di Istana Kartasura beralih ke putranya yang bergelar Amangkurat IV.
Baca juga: Misteri Lokasi Pakuan Pajajaran, Ibu Kota Kerajaan Sunda yang Hilang Misterius
Pemerintahan Amangkurat IV ini kemudian dihadapkan pada pemberontakan oleh saudara-saudaranya sesama putra Pakubuwana I. Mereka yang memberontak mulai Pangeran Blitar, Pangeran Purbaya, dan Pangeran Diponegoro Madiun.
Pada tahun 1714, Jayapuspita menolak menghadap Kartasura dan mempersiapkan pemberontakan. Pada tahun 1717, gabungan pasukan Kartasura dan VOC bergerak menyerbu Surabaya. Peristiwa peperangan ini konon terjadi lebih mengerikan daripada perang di Pasuruan terdahulu, semasa Untung Surapati.
Jayapuspita akhirnya kalah dalam peperangan ini, ia terpaksa menyingkir ke Japan, sekarang Mojokerto pada tahun 1718. Sunan Pakubuwana I ini meninggal dunia pada tahun 1719. Sepeninggalnya, tahta Raja Mataram di Istana Kartasura beralih ke putranya yang bergelar Amangkurat IV.
Baca juga: Misteri Lokasi Pakuan Pajajaran, Ibu Kota Kerajaan Sunda yang Hilang Misterius
Pemerintahan Amangkurat IV ini kemudian dihadapkan pada pemberontakan oleh saudara-saudaranya sesama putra Pakubuwana I. Mereka yang memberontak mulai Pangeran Blitar, Pangeran Purbaya, dan Pangeran Diponegoro Madiun.
(kri)
Lihat Juga :