Kisah Raja Mataram Hukum Mati Tim Sukses Bupati Surabaya Adi Jangrana usai Berkhianat
Jum'at, 06 September 2024 - 07:08 WIB
loading...
Pangeran Puger atau Pakubuwana I mengeksekusi mati Bupati Surabaya, Adipati Jangrana karena dianggap berkhianat. Foto/Wikipedia
A
A
A
Hukuman mati dijatuhkan Raja Mataram ke salah satu tim suksesnya. Hal itu sebagai bentuk konsekuensi karena pengkhianatan ke Pangeran Puger atau Pakubuwana I.
Padahal sosok tim sukses bernama Adipati Jangrana adalah Bupati Surabaya, yang juga membantunya naik tahta di Kerajaan Mataram. Sang adipati Surabaya ini terpaksa dihukum mati oleh Pakubuwana I pada tahun 1709 karena dinilai berkhianat saat berperang melawan Untung Surapati tahun 1706.
Baca juga: Brevet Koleksi Mayjen Deddy Suryadi, Pangdam IV Diponegoro yang Pernah Jabat Danjen Kopassus
Sebelumnya sang Bupati Surabaya itu juga berhasil mengantarkan Pangeran Puger naik tahta menjadi raja di Kerajaan Mataram, yang berpusat di Kartasura pada 1704-1719, yang bergelar Pakubuwana I.
Nama aslinya Raden Mas Drajat, ia lahir dari permaisuri keturunan keluarga Kajoran, yaitu sebuah cabang keluarga keturunan Kesultanan Pajang. Mas Drajat pernah diangkat menjadi putra mahkota menggantikan kakaknya, yaitu Mas Rahmat yang berselisih dengan ayah mereka Amangkurat I.
Padahal sosok tim sukses bernama Adipati Jangrana adalah Bupati Surabaya, yang juga membantunya naik tahta di Kerajaan Mataram. Sang adipati Surabaya ini terpaksa dihukum mati oleh Pakubuwana I pada tahun 1709 karena dinilai berkhianat saat berperang melawan Untung Surapati tahun 1706.
Baca juga: Brevet Koleksi Mayjen Deddy Suryadi, Pangdam IV Diponegoro yang Pernah Jabat Danjen Kopassus
Sebelumnya sang Bupati Surabaya itu juga berhasil mengantarkan Pangeran Puger naik tahta menjadi raja di Kerajaan Mataram, yang berpusat di Kartasura pada 1704-1719, yang bergelar Pakubuwana I.
Nama aslinya Raden Mas Drajat, ia lahir dari permaisuri keturunan keluarga Kajoran, yaitu sebuah cabang keluarga keturunan Kesultanan Pajang. Mas Drajat pernah diangkat menjadi putra mahkota menggantikan kakaknya, yaitu Mas Rahmat yang berselisih dengan ayah mereka Amangkurat I.
Lihat Juga :