alexametrics

Pangdam dan Kepala Suku Gelar Bakar Batu bersama Warga di Wamena

loading...
Pangdam dan Kepala Suku Gelar Bakar Batu bersama Warga di Wamena
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, perwakilan kepala suku dari 40 Kampung dan Ketua Paguyuban serta 500 warga mengadakan acara Bakar Batu di Wamena, Jumat (18/10/2019). Foto Pendam Cenderawasih
A+ A-
WAMENA - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Bupati Jayawijaya Jhon R Banua bersama perwakilan kepala suku dari 40 Kampung dan Ketua Paguyuban di Wamena serta 500 warga mengadakan acara Bakar Batu di Wamena, Jumat (18/10/2019). Bakar Batu tersebut dilakukan sebagai rasa syukur atas kembali damainya suasana di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Karena banyak suku di Papua yang masih memegang teguh tradisi yang diwariskan nenek moyang untuk mengungkapkan rasa syukur dan rasa kebersamaan antar sesama masyarakat.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan, acara ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Situasi Kabupaten Jayawijaya yang kita tempati saat ini sudah mulai aman dan berangsur kondusif, setelah terjadi nya demo yang berakhir kerusuhan pada 23 September lalu. Marilah kita bersama-sama menjaga dan memulihkan Kabupaten Jayawijaya yang kita tempati saat ini agar semua orang yang tinggal di Jayawijaya merasakan kenyamana dan kebersamaan dalam beraktivitas sehari-hari tanpa memandang Pendatang atau Orang asli Papua,”kata Pangdam dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (18/10/2019).



Menurut Pangdam, semua orang yang tinggal di Jayawijaya adalah saudara, tidak ada pendatang ataupun asli orang Papua, tetapi adalah satu yaitu warga Kabupaten Jayawijaya.

Senada dengan Pangdam XVII/Cenderawasih, salah satu Kepala suku yang ikut dalam acara bakar batu Bapak Alex Hubi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak dan yang menjadi korban kerusuhan September lalu.

“Kami minta maaf, semoga dengan diadakannya acara bakar batu ini Kabupaten Jayawijaya menjadi aman kembali dan masyarakat yang mengungsi bisa kembali ke Wamena untuk bersama-sama membangun Wamena Kembali, serta jangan sampai terluang lagi kejadian tersebut,” pungkasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak