Kisah Serangan Umum Arek Malang, Membuktikan Kemerdekaan di Tengah Gempuran Belanda

Rabu, 28 Agustus 2024 - 10:04 WIB
loading...
A A A
Pada bulan Juli 1947, Belanda kembali mencoba menguasai Malang. Namun, serangan pertama yang dipimpin oleh para gerilyawan dari markas komando di Sumbersari segera menggagalkan ambisi tersebut. Mereka tak hanya bertempur, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Serangan kedua yang tak kalah heroik terjadi pada bulan Oktober 1948. Pasukan gerilyawan kembali bergerak dari markas di Sumbersari, dan kali ini pertempuran berlanjut hingga ke pinggiran kota, tepatnya di daerah yang kini dikenal sebagai Taman Rekreasi Sengkaling. Serangan ini bukanlah pertempuran untuk menang secara langsung, tetapi lebih sebagai pernyataan eksistensi yang membuktikan bahwa Indonesia masih ada, masih berjuang.

Pertempuran di Sengkaling, meskipun hanya berlangsung beberapa jam, berhasil menegaskan pesan penting: kemerdekaan Indonesia bukan sekadar klaim kosong, melainkan sebuah kenyataan yang akan terus dipertahankan, meski harus melawan kekuatan besar seperti Belanda.

Serangan-serangan ini, meskipun tidak sebesar dan seterkenal Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta, menunjukkan bahwa perjuangan untuk kemerdekaan terjadi di setiap sudut Indonesia, dengan cara dan keberanian yang berbeda-beda. Di Malang, keberanian arek-arek Malang bersama para pejuang gerilyawan membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah sesuatu yang layak diperjuangkan hingga tetes darah penghabisan.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
Polisi Periksa 2 Saksi...
Polisi Periksa 2 Saksi Kasus Dokter Cabul di Kota Malang
Rekomendasi
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved