alexametrics

Diteror Kelompok Bersenjata Pemda Puncak Papua Ungsikan Warganya

loading...
Diteror Kelompok Bersenjata Pemda Puncak Papua Ungsikan Warganya
Pemerintah Kabupaten Puncak terpaksa mengungsikan warganya ke Kabupaten Mimika akibat aksi teror Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka di wilayah itu beberapa hari terakhir. Foto iNews TV/Edy S
A+ A-
ILAGA - Pemerintah Kabupaten Puncak terpaksa mengungsikan warganya ke Kabupaten Mimika akibat aksi teror Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka di wilayah itu beberapa hari terakhir. Aksi teror KKSB tersebut semisal adanya penembakan hingga tewas dua ojek di Kampung Amunggi, Distrik Ilaga, dan penembakan seorang penjaga Kios di lokasi dekat Bandara Ilaga.

Bupati Puncak Willem Wandik mengaku hal itu dilakukan untuk antisipasi pasca-teror KKSB itu yang diprediksi akan terus terjadi.

“Banyak warga dan pegawai pasti trauma saat kejadian ini. Timika menjadi lokasi yang paling dekat dengan Ilaga. Ini dilakukan agar situasi mereda. Kalau mereka tetap tinggal, pasti tidak tenang, baik pegawai, pedagang maupun saudara lainnya,” ungkap Bupati Puncak, Willem Wandik, Senin (30/9/2019).



Dijelaskan, evakuasi warga dari Kota Ilaga ke Kota Timika dilakukan menggunakan pesawat. Sementara saat ini ratusan warga Puncak telah mengungsi ke Polres dan Koramil setempat.

"Untuk mengurangi trauma dan menjaga psikologi warga dan tak mengalami traumatik berkepanjangan. Pemerintah Puncak akan mengambil langkah cepat mengatasi kondisi keamanan di Ilaga," katanya.

Wandik yakin, pasca-penyerangan KKSB ke Ilaga, dampak yang akan dirasakan di kabupaten tersebut akan terasa. Perekonomian diyakini akan lumpuh dan berdampak luar biasa.

"Pasti dampaknya luar biasa. Kios-kios tutup, minyak tidak ada, beras tidak jalan, maka ini menimbulkan efek luar biasa,” tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak