Isak Tangis Warga Warnai Penertiban Lapak Pedagang di Jalur Puncak
Senin, 26 Agustus 2024 - 12:02 WIB
loading...
Isak tangis warga mewarnai penertiban bangunan atau kios ilegal tahap 2 di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Mereka mengaku sedih karena kehilangan mata pencahariannya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Isak tangis warga mewarnai penertiban bangunan atau kios ilegal tahap 2 di Jalur Puncak , Kabupaten Bogor. Mereka mengaku sedih karena kehilangan mata pencahariannya.
Salah satu pedagang, Masroh (29) mengatakan bahwa lapak atau kiosnya sudah berjualan di Jalur Puncak turun-temurun sejak 30 tahun lalu.
Baca juga: Restoran Eks Rindu Alam Tak Dibongkar, Penertiban Bangunan Liar di Jalur Puncak Ricuh
"Dari nenek saya, 30 (tahun), sebelum saya lahir sudah ada. Ini mata pencaharian saya dari dulu, masa depan saya, dari nenek saya, ibu-ibu saya, anak saya," ujar Masroh di lokasi, Senin (26/8/2024).
Pedagang mie instan dan kopi ini pun mengaku tidak ingin direlokasi ke Rest Area Gunung Mas. Karena, tempat dari pemerintah itu tidak menjanjikan.
Salah satu pedagang, Masroh (29) mengatakan bahwa lapak atau kiosnya sudah berjualan di Jalur Puncak turun-temurun sejak 30 tahun lalu.
Baca juga: Restoran Eks Rindu Alam Tak Dibongkar, Penertiban Bangunan Liar di Jalur Puncak Ricuh
"Dari nenek saya, 30 (tahun), sebelum saya lahir sudah ada. Ini mata pencaharian saya dari dulu, masa depan saya, dari nenek saya, ibu-ibu saya, anak saya," ujar Masroh di lokasi, Senin (26/8/2024).
Pedagang mie instan dan kopi ini pun mengaku tidak ingin direlokasi ke Rest Area Gunung Mas. Karena, tempat dari pemerintah itu tidak menjanjikan.
Lihat Juga :