PDIP Dinilai Perlu Selamatkan Demokrasi di Lampung Timur
Minggu, 25 Agustus 2024 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambah, di Lampung Timur juga diprediksi bakal melawan kotak kosong dalam Pilkada 2024. Sebab, bakal calon Bupati Ela Siti Nuryamah sudah mengantongi rekomendasi dari PKB 12 kursi, Nasdem 7 kursi, Gerindra 8 kursi, dan PKS 3 kursi.
Baca juga: Kawal Putusan MK dan Tolak Pilkada Akal-akalan Trending Topic di X
Total 30 kursi sudah di tangan Ela, menyisakan Partai Demokrat dengan 3 kursi, PDIP dan Partai Golkar masing-masing 8 kursi.
"Karena itu, Ibu Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan yang merupakan partai yang menjadi garda terdepan dalam penolakan pengesahan RUU Pilkada yang akan membatalkan putusan MK terhadap perkara nomor 60/PUU-XXII/2024 harus mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati di Lampung Timur," ujar Rikal.
Dia menambahkan, suara dan kursi yang diperoleh oleh PDIP di Lampung Timur dengan 8 kursi sudah lebih dari cukup untuk mengusung paslon cakada di Lampung Timur.
"Sehingga PDI Perjuangan harus menjadi partai pelopor perlawanan terhadap kotak kosong di pilkada 2024," ujarnya.
Dia berpendapat, hal ini juga menjadi ujian bagi PDIP sebagai partai Politik penjaga amanah reformasi 98 dan demokratisasi di Indonesia yang sedang dalam ancaman besar.
Baca juga: Kawal Putusan MK dan Tolak Pilkada Akal-akalan Trending Topic di X
Total 30 kursi sudah di tangan Ela, menyisakan Partai Demokrat dengan 3 kursi, PDIP dan Partai Golkar masing-masing 8 kursi.
"Karena itu, Ibu Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan yang merupakan partai yang menjadi garda terdepan dalam penolakan pengesahan RUU Pilkada yang akan membatalkan putusan MK terhadap perkara nomor 60/PUU-XXII/2024 harus mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati di Lampung Timur," ujar Rikal.
Dia menambahkan, suara dan kursi yang diperoleh oleh PDIP di Lampung Timur dengan 8 kursi sudah lebih dari cukup untuk mengusung paslon cakada di Lampung Timur.
"Sehingga PDI Perjuangan harus menjadi partai pelopor perlawanan terhadap kotak kosong di pilkada 2024," ujarnya.
Dia berpendapat, hal ini juga menjadi ujian bagi PDIP sebagai partai Politik penjaga amanah reformasi 98 dan demokratisasi di Indonesia yang sedang dalam ancaman besar.
Lihat Juga :