alexametrics

Kirab Pusaka Peringatan Puputan Badung Diikuti Ratusan Seniman

loading...
Kirab Pusaka Peringatan Puputan Badung Diikuti Ratusan Seniman
Ratusan seniman Bali mengikuti Kirab Pusaka dalam peringatan Puputan Badung ke-113 dengan berjalan kaki di Denpasar, Bali, Sabtu (21/9/2019). Foto/iNews/Bona Jaya
A+ A-
DENPASAR - Ratusan seniman Bali mengikuti Kirab Pusaka dalam peringatan Puputan Badung ke-113 dengan berjalan kaki di Denpasar, Bali, Sabtu (21/9/2019). Kirab Pusaka ini sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan rakyat Bali melawan penjajah Belanda.

Iring-iringan jebogan bunga diusung sejumlah perempuan menggunakan pakaian adat khas Bali yang diikuti penari baris lengkap dengan senjata tombak panjang sebagai karakter prajurit Bali dan keris pusaka milik Puri Satria Denpasar yang dijaga Barong. Kirab Pusaka ke-113 ini merupakan bentuk penghormatan warga Bali terhadap perjuangan rakyat utamanya Puri Satria dalam melawan serangan penjajah belanda.

Momen itu dikenal dengan Puputan Badung. Usai diarak, keris pusaka Raja Puri Satria ini diletakkan oleh Wali Kota Denpasar di Puncak Singgasana yang ada di Lapangan Puputan Badung.



Wali Kota Denpasar, Ib Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan Kirab Pusaka ini merupakan bentuk penghormatan dan spirit semangat warga Denpasar dalam mengahdapi teknologi dan perkembangan jaman.

Dalam sejarah tercatat, Puputan Badung terjadi pada tanggal 20 September 1906. Peristiwa berawal pada 27 Mei 1904, Kapal Sri Komala terdampar di Pantai Sanur.

Menurut pemerintah Kolonial Belanda, kapal milik pedagang China Kwee Tek Tjiang dirampok di kawaaan Pantai Padang Galak. Belanda pun melakukan ekspedisi militer yang dibalas dengan Perang Puputan atau perang habis-habisan oleh Raja Badung, I Gusti Ngurah Denpasar bersama rakyat Bali.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak