Korban Banjir di Halmahera Tengah Malut Terima Bantuan
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Desa Lukulamo, Aklon Sangaji, juga menyampaikan bahwa PT IWIP turut memberikan bantuan di desanya berupa bahan makanan. ”Bantuan disalurkan ke posko induk berupa sembako dan barang campuran yang diserahkan oleh Divisi HRD IWIP,” ungkap Aklon.
Sementara itu, Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Zaki Alinuari, menginformasikan bahwa wilayah Halmahera Tengah, Maluku Utara, mengalami intensitas curah hujan menengah hingga tinggi dari bulan Januari hingga Juli 2024.
“Khususnya bulan Mei dan Juni mengalami intensitas tinggi mencapai lebih dari >150 mm dalam 1 bulan. Kondisi tanah yang cenderung terus menerus basah, akan memberikan dampak tingginya kejenuhan tanah meningkatkan potensi adanya banjir dan longsor,” ujar Zaki.
Berdasarkan pengamatan BMKG, perubahan suhu udara di wilayah Halmahera Tengah mengalami anomali positif atau mengalami tren pemanasan suhu udara. Kondisi ini meningkatkan potensi adanya pembentukan awan konvektif atau awan hujan.
Dari histori curah hujan, Zaki menuturkan bahwa wilayah Halmahera Tengah memiliki tren kenaikan curah hujan pada Mei hingga Agustus; beberapa kejadian bencana di wilayah Halmahera Tengah juga sering tercatat terjadi pada bulan Juli hingga September.
Sementara itu, Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Zaki Alinuari, menginformasikan bahwa wilayah Halmahera Tengah, Maluku Utara, mengalami intensitas curah hujan menengah hingga tinggi dari bulan Januari hingga Juli 2024.
“Khususnya bulan Mei dan Juni mengalami intensitas tinggi mencapai lebih dari >150 mm dalam 1 bulan. Kondisi tanah yang cenderung terus menerus basah, akan memberikan dampak tingginya kejenuhan tanah meningkatkan potensi adanya banjir dan longsor,” ujar Zaki.
Berdasarkan pengamatan BMKG, perubahan suhu udara di wilayah Halmahera Tengah mengalami anomali positif atau mengalami tren pemanasan suhu udara. Kondisi ini meningkatkan potensi adanya pembentukan awan konvektif atau awan hujan.
Dari histori curah hujan, Zaki menuturkan bahwa wilayah Halmahera Tengah memiliki tren kenaikan curah hujan pada Mei hingga Agustus; beberapa kejadian bencana di wilayah Halmahera Tengah juga sering tercatat terjadi pada bulan Juli hingga September.
(ams)
Lihat Juga :