6 Rekomendasi Healthcare Bahar Law Firm untuk Keselamatan Nakes
Selasa, 25 Agustus 2020 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Kelima, mewajibkan setiap penumpang perjalanan (travelers) mengisi data riwayat perjalanan dengan benar, jujur dan lengkap agar terwujud kehatian-hatian tambahan saat dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Keenam, membentuk tim pengawasan kepatuhan istirahat cukup dan jeda wajib makan yang memadai untuk tenaga kesehatan.
“Selain enam poin di atas, beberapa hal penting lainnya juga perlu mendapatkan perhatian, khususnya kepada Kementerian Kesehatan. Bahar Healtcare merekomendasikan kepada Kemenkes agar memberikan insentif dan fasilitas khusus kepada keluarga tenaga kesehatan” kata Daniar.
Misalnya, mendekatkan keluarga tenaga kesehatan dengan lokasi praktik tenaga kesehatan. Selain itu, memberikan dan meningkat kualitas asuransi jiwa bagi mereka. (Baca juga: Senin, Pemprov DKI Cairkan Dana Insentif untuk Tenaga Kesehatan )
Kemudian, perlu implementasi teknologi monitoring pasien lebih masif, seperti menggunakan robot untuk pengukuran suhu badan, pengantaran makan dan instrumen kesehatan bagi pasien, dan diinfeksi ruangan. Selanjutnya, mendistribusikan kelengkapan APD ke puskesmas dan posyandu, yaitu masker N95, googles, face screen, protective clothing, two coats of gloves, dan foot cover.
Perlu juga penataan ulang alur satu arah aktivitas tenaga medis, seperti clean area, buffer area, semi-contaminated area dan contaminated area. Penyemprotan disinfektan setiap waktu juga penting terhadap setiap barang di clean area, seperti pegangan pintu, larangan menggunakan gawai, dan ketersediaan hand sanitizer.
“Selain enam poin di atas, beberapa hal penting lainnya juga perlu mendapatkan perhatian, khususnya kepada Kementerian Kesehatan. Bahar Healtcare merekomendasikan kepada Kemenkes agar memberikan insentif dan fasilitas khusus kepada keluarga tenaga kesehatan” kata Daniar.
Misalnya, mendekatkan keluarga tenaga kesehatan dengan lokasi praktik tenaga kesehatan. Selain itu, memberikan dan meningkat kualitas asuransi jiwa bagi mereka. (Baca juga: Senin, Pemprov DKI Cairkan Dana Insentif untuk Tenaga Kesehatan )
Kemudian, perlu implementasi teknologi monitoring pasien lebih masif, seperti menggunakan robot untuk pengukuran suhu badan, pengantaran makan dan instrumen kesehatan bagi pasien, dan diinfeksi ruangan. Selanjutnya, mendistribusikan kelengkapan APD ke puskesmas dan posyandu, yaitu masker N95, googles, face screen, protective clothing, two coats of gloves, dan foot cover.
Perlu juga penataan ulang alur satu arah aktivitas tenaga medis, seperti clean area, buffer area, semi-contaminated area dan contaminated area. Penyemprotan disinfektan setiap waktu juga penting terhadap setiap barang di clean area, seperti pegangan pintu, larangan menggunakan gawai, dan ketersediaan hand sanitizer.
Lihat Juga :