Kisah Cinta Kak Seto, Makan Malam Romantis Luluhkan Hati Deviana
Rabu, 21 Agustus 2024 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan mereka pun berkembang dengan cara yang unik. Kak Seto sering mengajak Deviana berkeliling mengikuti kegiatan sosialnya bersama anak-anak, dari kota besar hingga pelosok desa. Melalui kegiatan ini, Kak Seto ingin Deviana memahami betapa pentingnya pendidikan dan perhatian bagi anak-anak, serta memberi gambaran tentang kehidupan yang lebih sulit. Kedekatan ini semakin menguatkan cinta mereka, hingga setahun kemudian, Kak Seto mengajak Deviana untuk menikah.
Pada 10 Januari 1988, cinta mereka akhirnya diresmikan dalam sebuah upacara pernikahan yang digelar di Masjid Sunda Kelapa. Namun, yang membuat pernikahan mereka unik adalah nazar Kak Seto yang langsung mendongeng di hadapan anak-anak yatim piatu setelah upacara selesai. Kedua mempelai meninggalkan resepsi pernikahan untuk menuju Panti Asuhan Muslimin di Kramat Raya, mengukir momen yang akan selalu dikenang.
Pernikahan mereka diberkahi dengan empat anak yang mengisi rumah tangga mereka dengan kebahagiaan. Kak Seto dan Deviana menjalani kehidupan keluarga yang demokratis, di mana setiap anggota keluarga bebas mengungkapkan pendapatnya dalam pertemuan keluarga yang mereka sebut sebagai "Sidang Umum MPR." Kebiasaan mendongeng sebelum tidur juga menjadi ritual yang tak pernah mereka lewatkan, menciptakan kenangan indah bagi anak-anak mereka.
Melalui kisah cinta ini, Kak Seto dan Deviana menunjukkan bahwa cinta sejati tidak hanya tentang ketertarikan fisik, tetapi juga tentang kepercayaan, pengorbanan, dan keinginan untuk tumbuh bersama. Perjalanan cinta mereka menginspirasi banyak orang, membuktikan bahwa dengan kesabaran, ketulusan, dan sedikit keberanian, cinta sejati bisa ditemukan di tempat yang tak terduga.
Pada 10 Januari 1988, cinta mereka akhirnya diresmikan dalam sebuah upacara pernikahan yang digelar di Masjid Sunda Kelapa. Namun, yang membuat pernikahan mereka unik adalah nazar Kak Seto yang langsung mendongeng di hadapan anak-anak yatim piatu setelah upacara selesai. Kedua mempelai meninggalkan resepsi pernikahan untuk menuju Panti Asuhan Muslimin di Kramat Raya, mengukir momen yang akan selalu dikenang.
Pernikahan mereka diberkahi dengan empat anak yang mengisi rumah tangga mereka dengan kebahagiaan. Kak Seto dan Deviana menjalani kehidupan keluarga yang demokratis, di mana setiap anggota keluarga bebas mengungkapkan pendapatnya dalam pertemuan keluarga yang mereka sebut sebagai "Sidang Umum MPR." Kebiasaan mendongeng sebelum tidur juga menjadi ritual yang tak pernah mereka lewatkan, menciptakan kenangan indah bagi anak-anak mereka.
Melalui kisah cinta ini, Kak Seto dan Deviana menunjukkan bahwa cinta sejati tidak hanya tentang ketertarikan fisik, tetapi juga tentang kepercayaan, pengorbanan, dan keinginan untuk tumbuh bersama. Perjalanan cinta mereka menginspirasi banyak orang, membuktikan bahwa dengan kesabaran, ketulusan, dan sedikit keberanian, cinta sejati bisa ditemukan di tempat yang tak terduga.
(hri)
Lihat Juga :