Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah 106 Orang, Terbanyak Klaster Perkantoran

Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:33 WIB
loading...
Positif Covid-19 di...
Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19, di Kota Bogor selama sepekan lebih tepatnya sejak 17 Agustus bertambah 106 orang.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
BOGOR - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19, di Kota Bogor selama sepekan lebih tepatnya sejak 17 Agustus bertambah 106 orang. Dengan rata-rata per harinya di atas 10 kasus warga Kota Bogor dilaporkan positif Covid-19 .

Data tersebut sudah termasuk penambahan 11 kasus positif baru hingga pukul 14.00 WIB, Selasa (25/08/2020). Dalam keterangan pers tertulisnya, Juru Bicara Pemkot Bogor untuk Siaga Corona, Sri Nowo Retno mengatakan, hingga saat ini total kasus positif Covid-19 di Kota Bogor berjumlah 515 orang.

"Dengan rincian meninggal 29 orang, selesai isolasi/sembuh 308 orang, masih sakit atau positif aktif sebanyak 178 orang. Per hari ini 11 penambahan kasus positif baru, yang sembuh hanya 4 orang dan meninggal 1 orang," kata Retno yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor itu. (Baca: Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Terpusat di Aplikasi JAK APD)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor menuturkan, rata-rata pasien yang terpapar adalah usia produktif yakni, 19 sampai 44 tahun."Jika dilihat dari data pada kelompok usia tersebut terdapat sebanyak 129 kasus atau 41,9 persen dari total saat ini adalah usia produktif paling banyak terpapar," tutur Dedie, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, tingginya kasus positif di usia produktif ini, mayoritas penularannya dari klaster perkantoran. Maka dari itu, pihaknya meminta agar seluruh perusahaan atau perkantoran segera memperbaiki sistem sirkulasi udara di dalam ruangan. "Sebab, virus Corona lebih mudah menyebar di ruangan yang memiliki sirkulasi udara terpusat," katanya.

Tak hanya itu Dedie juga akan kembali mendorong diberlakukannya pembatasan jumlah karyawan baik di perusahaan atau perkantoran swasta. Sedangkan dilingkungan Pemkot Bogor sendiri higga saat ini masih dibatasi hingga 50 persen."Nah, untuk perusahaan swasta diharapkan bisa melakukan hal serupa (pembatasan jumlah pegawai) dalam mengatasi penyebaran Covid-19 ini," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Infografis
10 Kota dengan Konsumsi...
10 Kota dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved