Mahasiswa Harus Jaga Kampus dari Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 07:29 WIB
loading...
A
A
A
"Indonesia patut bangga karena bisa sepakat untuk menggunakan satu bahasa kesatuan, dan ini tidak dimiliki oleh negara lainnya yang terdiri dari suku dan bangsa yang berbeda. Bahasa Indonesia telah menjadi perekat utama dalam membangun identitas nasional di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia,” pungkas Roedy.
Selain Mayjen TNI Roedy Widodo, kegiatan itu juga menghadirkan pembicara lain yaitu Irma Cahyaningtyas dan Sekar Anggun Gading Pinilih.
Dalam paparannya, Irma Cahyaningtyas menjelaskan bahwa dalam fenomena Revolusi Industri 4.0, masyarakat Indonesia, khususnya para akademisi, diharapkan mampu menyelaraskan keilmuan yang dimiliki dengan perkembangan teknologi.
Istilah-istilah baru seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) perlu dipahami oleh mahasiswa Hukum untuk mendukung pembuatan kebijakan dan produk hukum lainnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa seorang hakim yang bertugas memutuskan perkara di persidangan perlu memperhatikan aspek keadilan tidak hanya melalui perspektif hukum formal. Namun juga mampu menggunakan kacamata nurani untuk memberikan rasa adil yang humanis.
“Seorang hakim wajib memiliki kemampuan untuk memberikan rasa adil pada perkara yang terjadi di masyarakat. Dia perlu mengikutsertakan nuraninya sebagai seorang manusia dalam pengambilan keputusan agar tidak terjebak pada kekakuan peraturan formil semata,” tegas Irma.
Selain Mayjen TNI Roedy Widodo, kegiatan itu juga menghadirkan pembicara lain yaitu Irma Cahyaningtyas dan Sekar Anggun Gading Pinilih.
Dalam paparannya, Irma Cahyaningtyas menjelaskan bahwa dalam fenomena Revolusi Industri 4.0, masyarakat Indonesia, khususnya para akademisi, diharapkan mampu menyelaraskan keilmuan yang dimiliki dengan perkembangan teknologi.
Istilah-istilah baru seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) perlu dipahami oleh mahasiswa Hukum untuk mendukung pembuatan kebijakan dan produk hukum lainnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa seorang hakim yang bertugas memutuskan perkara di persidangan perlu memperhatikan aspek keadilan tidak hanya melalui perspektif hukum formal. Namun juga mampu menggunakan kacamata nurani untuk memberikan rasa adil yang humanis.
“Seorang hakim wajib memiliki kemampuan untuk memberikan rasa adil pada perkara yang terjadi di masyarakat. Dia perlu mengikutsertakan nuraninya sebagai seorang manusia dalam pengambilan keputusan agar tidak terjebak pada kekakuan peraturan formil semata,” tegas Irma.
(shf)
Lihat Juga :