Polda Jatim Tetapkan Veronica Koman Tersangka Penghasutan

Rabu, 04 September 2019 - 14:32 WIB
Polda Jatim Tetapkan...
Polda Jatim Tetapkan Veronica Koman Tersangka Penghasutan
A A A
SURABAYA - Polda Jatim menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka penghasutan dalam peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya.

Perempuan yang sering mendampingi mahasiswa Papua ini dijerat pasal di UU tentang ITE, KUHP 160, UU Nomor 1 tahun 1946 dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan, Diskriminasi Ras dan Etnis.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, VK (Veronica Koman) sebelumnya sudah dua panggil sebagai saksi untuk tersangka Tri Susanti.

Namun sayangnya, dalam dua pemanggilan itu, VK tidak hadir. Kemudian dari sejumlah bukti dan saksi, kuat dugaan bahwa VK terlibat aktif dalam provokasi insiden pengepungan di asrama Papua Jalan Kalasan.

Sebelum menetapkan VK sebagai tersangka, Polda Jatim sudah memeriksa 6 orang saksi. Tiga saksi di antaranya adalah saksi ahli. "VK ini aktif menyebarkan provokasi dan hoaks lewat twitter," kata Kapolda di Surabaya, Rabu (4/9/2019).

Dia menambahkan, setidaknya ada sejumlah postingan VK di media sosial yang dianggap Polda Jatim provokatif dan hoaks.

Di antaranya, ketika ada pengepungan di asrama Papua oleh Organisasi Kepemudaan (OKP), polisi disebut melakukan tembakan ke arah asrama sebanyak 23 kali tembakan.

Kemudian ada juga tembakan gas air mata. Bahkan, di postingan VK juga menyebutkan ada salah satu mahasiswa yang terkena tembakan. "Semua postingan VK yang bernada provokatif ini dalam bahasa Inggris," ujar Luki.

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan bahwa, dari catatan Polda Jatim, VK yang merupakan aktivis hak asasi manusia (HAM) ini memang dikenal sebagai sosok yang selalu hadir ketika ada gejolak Papua.

Di antaranya pada akhir 2018, VK juga mendampingi mahasiswa Papua Jalan Kalasan yang diamankan ke Polrestabes. Pengamanan itu dilakukan untuk menghindari bentrokan dengan ormas.

Saat insiden di asrama mahasiswa Papua beberapa hari lalu, VK tidak ada di lokasi. Tapi di media sosial postingannya memprovokasi. "Saat ini VK berada di luar negeri. Untuk itu, kami akan bekerjasama dengan Mabes Polri dan juga Interpol untuk bisa memproses VK," terangnya.
(shf)
Berita Terkait
MRP dan Kapolda Papua...
MRP dan Kapolda Papua Ajak Jaga Kerukunan dan Persatuan Bangsa
Komnas HAM Papua: Kasus...
Komnas HAM Papua: Kasus Pelanggaran HAM Berat Fayit Tuntas, Serka Fajar Telah Divonis
Pasukan TNI dan Polisi...
Pasukan TNI dan Polisi Kawal Proses Perdamaian Suku Nduga dengan Suku Lanny Jaya
Tewaskan Sipil di Papua,...
Tewaskan Sipil di Papua, Komnas HAM Desak Evaluasi Pengamanan Daerah
Komnas HAM Klaim Inisiasi...
Komnas HAM Klaim Inisiasi Dialog Damai di Papua Setahun Terakhir
Komnas HAM Kumpulkan...
Komnas HAM Kumpulkan Fakta Rentetan Kekerasan dan Keamanan di Papua
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
5 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
6 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
6 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
7 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
7 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved