Profil Yudian Wahyudi, Kepala BPIP yang Larang Paskibraka Putri Berjilbab saat Bertugas

Kamis, 15 Agustus 2024 - 12:10 WIB
loading...
Profil Yudian Wahyudi,...
Kepala BPIP Yudian Wahyudi mendapat banyak sorotan terkait kebijakan Paskibraka putri tak diperkenankan memakai jilbab di momen pengukuhan tahun 2024. Foto/Ist
A A A
YOGYAKARTA - SOSOK Yudian Wahyudi yang menjabat sebagai Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) mendapat banyak sorotan terkait kebijakan Paskibraka putri tak diperkenankan memakai jilbab di momen pengukuhan tahun 2024.

Pada acara pengukuhan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diadakan pada 13 Agustus 2024, tercatat ada 18 dari 76 anggota Paskibraka 2024 yang melepas jilbabnya. Setelah dikukuhkan, para paskibraka ini nanti akan bertugas di istana.

Baca juga: Kabar Paskibraka Dilarang Pakai Jilbab, Anwar Abbas: Tidak Hormati HAM dan Melecehkan Konstitusi

Dari situ muncullah dugaan jika terdapat aturan yang membuat Paskibraka putri melepas jilbabnya ketika acara pengukuhan. Hal tersebut diakui oleh Yudian Wahyudi selaku Kepala BPIP.



Yudian sempat menjelaskan jika penampilan Paskibraka putri telah disepakati sejak awal dan mereka yang ikut pengukuhan berarti telah sukarela dan mengikuti aturan yang ada. Di luar acara itu, Paskibraka dibebaskan mengenakan jilbab.

Larangan mengenakan jilbab pada Paskibraka saat bertugas ini lantas timbulkan kontroversi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai hal itu melecehkan konstitusi.

Profil Yudian Wahyudi:


Yudian Wahyudi yang lahir pada 17 April 1960 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia adalah lulusan Pondok Pesantren Tremas, Pacitan 1978 dan Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta pada 1979.

Baca juga: BPIP Klaim Tidak Memaksa Paskibraka Lepas Jilbab

Yudian juga telah meraih gelar Bachelor of Art (BA) dan doktorandus di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1982 dan 1987, serta BA dari Fakultas Filsafat UGM pada 1986.

Dari sisi akademisi, Yudian sempat mengikuti dan terpilih dalam program Pembibitan Calon Dosen IAIN se-Indonesia yang dicanangkan Menteri Agama Munawir Sjadzali di tahun 1988.

Kemudian di tahun 1994, dia mengikuti tes dan berhasil memenangkan beasiswa untuk doktor. Setelah menyelesaikan pendidikan doktor (PhD) di McGill University, Kanada, Yudian lantas berhasil menembus Harvard Law School di Amerika Serikat (AS) pada 2002-2004.

Hal itu menjadikannya sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard.

Tidak cukup sampai situ, Yudian juga sukses menjadi profesor dan tergabung dalam American Association of University Professors periode 2005-2006, serta dipercaya mengajar di Comparative Department, Tufts University, AS.

Dengan berbagai gelar bergengsinya itu, dirinya kemudian diangkat menjadi Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2016-2020.

Pada saat menjadi Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian sempat membuat aturan terkait larangan menggunakan cadar bagi mahasiswinya.

Larangan tersebut tercantum dalam surat keputusan B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 perihal pembinaan mahasiswi bercadar tertanggal 20 Februari 2018. Kebijakan Yudian lantas menuai protes dari berbagai pihak.

Terkait larangan itu, Yudian berdalih untuk menjaga ideologi mahasiswa dan mahasiswi UIN Kalijaga serta memudahkan kampus dalam kegiatan belajar mengajar.

Dirinya curiga jika mahasiswi yang bercadar akan dengan mudah menggunakan joki saat ujian.

Barulah di 5 Februari 2020, Yudian diangkat menjadi Kepala BPIP. Dari situ juga dirinya kembali membuat aturan kontroversi terkait Paskibraka yang tidak boleh menggunakan jilbab ketika bertugas.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
BPIP Gandeng LPM Riau...
BPIP Gandeng LPM Riau Perkuat Nilai-nilai Pancasila di Masyarakat
BPIP Ajak Masyarakat...
BPIP Ajak Masyarakat Bantul Tanamkan Semangat Kebangsaan dan Nilai-nilai Pancasila
3 Paskibraka Papua Barat...
3 Paskibraka Papua Barat Daya Dapat Hadiah Motor: Terima Kasih Pak Presiden dan Menkum
Tersentuh Aksi Paskibraka...
Tersentuh Aksi Paskibraka Papua Barat Daya, Menkum Tawarkan Beasiswa
Bianca Terharu Presiden...
Bianca Terharu Presiden Prabowo Cium Bendera Merah Putih
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
BPIP Undang Jokowi dan...
BPIP Undang Jokowi dan Gibran di Upacara Harlah Pancasila, PDIP: Insya Allah Megawati Hadir
Semua Mantan Presiden...
Semua Mantan Presiden dan Wapres Diundang ke Upacara Hari Lahir Pancasila
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved