Cerita Mistis Pemindahan Jasad Pahlawan Gagak Lodra dari TMP Coban Jahe Malang
Kamis, 15 Agustus 2024 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi mobil yang digunakan memindahkan itu mogok nggak rusak, artinya beliau – beliau ini memberitahu saya gak mau dipindah, tetap disini saja. Padahal rencananya kan mau dipindah ke Tumpang atau makam pahlawan di Kota Malang,” kata dia.
Dari sanalah disebut Kek Wur, sapaan akrabnya tulang belulang sekitar 38 pejuang tersebut kembali dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalijahe hingga saat ini.
Baca Juga: Perang Lawan Belanda, Pangeran Diponegoro Dapat Sumbangan Emas dan Permata dari Para Priyayi
Meski dikuburkan secara massal di lahan kecil dengan simbol 15 batu nisan, Taman Makam Pahlawan Kalijahe ini cukup memberikan bukti sejarah pada masyarakat sekitar Kecamatan Jabung bahwa ada pertempuran di tempat yang terpencil, yang memakan banyak korban.
“Biasanya makam pahlawan itu kan beda lokasi dengan tempat gugurnya, tapi disini salah satu taman makam pahlawan yang juga menjadi lokasi gugurnya para syuhada dan sayyidah,” terangnya.
Peristiwa pembantaian 38 pejuang di Coban Jahe ini disebabkan adanya ‘pengkhianatan’ dua warga Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, yang memberi informasi bahwa ada puluhan pejuang gerilyawan yang tengah beristirahat di lembah sekitar hutan Kalijahe.
Dari sanalah disebut Kek Wur, sapaan akrabnya tulang belulang sekitar 38 pejuang tersebut kembali dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalijahe hingga saat ini.
Baca Juga: Perang Lawan Belanda, Pangeran Diponegoro Dapat Sumbangan Emas dan Permata dari Para Priyayi
Meski dikuburkan secara massal di lahan kecil dengan simbol 15 batu nisan, Taman Makam Pahlawan Kalijahe ini cukup memberikan bukti sejarah pada masyarakat sekitar Kecamatan Jabung bahwa ada pertempuran di tempat yang terpencil, yang memakan banyak korban.
“Biasanya makam pahlawan itu kan beda lokasi dengan tempat gugurnya, tapi disini salah satu taman makam pahlawan yang juga menjadi lokasi gugurnya para syuhada dan sayyidah,” terangnya.
Peristiwa pembantaian 38 pejuang di Coban Jahe ini disebabkan adanya ‘pengkhianatan’ dua warga Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, yang memberi informasi bahwa ada puluhan pejuang gerilyawan yang tengah beristirahat di lembah sekitar hutan Kalijahe.
Lihat Juga :