Band Anak Berkebutuhan Khusus IM Star Siap Pecahkan Rekor Dunia dan Muri di HUT ke-79 RI
Rabu, 14 Agustus 2024 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tangsel Cahyadi yang juga berperan sebagai Ketua Pelaksana menuturkan pencapaian ini bertujuan untuk mengangkat talenta musik dari anak-anak berkebutuhan khusus ke level dunia.
"Ini adalah sebuah pencapaian besar untuk mereka dan untuk kita semua. Kegiatan ini secara resmi diakui oleh badan dunia yang teregistrasi dan berkedudukan di London, Inggris, serta Museum Rekor Indonesia," ujar Cahyadi.
Band IM Star terdiri dari lima individu autistik yang penuh semangat dan bakat luar biasa yakni Andhityas Cintya Widianna (Shinta) sebagai bassist, Arianda Wiradipa Prabowo (Arya) sebagai vokalis dan saxophonist, Made Dwara Abhysma (Abhy) sebagai keyboardist dan saxophonist, M. Naufal Fawzie (Noval) sebagai gitaris, dan Umran Zhafran Ibrahim (Zhafran) sebagai drummer.
Band ini terbentuk pada 9 April 2012 dan awalnya terdiri dari empat remaja penyandang autisme. Setelah beberapa kali latihan bersama di studio musik, mereka tampil pertama kali di muka umum pada awal Mei 2012 dan berhasil menarik perhatian.
Melihat antusiasme dan kesuksesan penampilan pertama mereka, para orang tua memutuskan untuk melanjutkan dan mengasah kemampuan musik anak-anak mereka.
"Ini adalah sebuah pencapaian besar untuk mereka dan untuk kita semua. Kegiatan ini secara resmi diakui oleh badan dunia yang teregistrasi dan berkedudukan di London, Inggris, serta Museum Rekor Indonesia," ujar Cahyadi.
Band IM Star terdiri dari lima individu autistik yang penuh semangat dan bakat luar biasa yakni Andhityas Cintya Widianna (Shinta) sebagai bassist, Arianda Wiradipa Prabowo (Arya) sebagai vokalis dan saxophonist, Made Dwara Abhysma (Abhy) sebagai keyboardist dan saxophonist, M. Naufal Fawzie (Noval) sebagai gitaris, dan Umran Zhafran Ibrahim (Zhafran) sebagai drummer.
Band ini terbentuk pada 9 April 2012 dan awalnya terdiri dari empat remaja penyandang autisme. Setelah beberapa kali latihan bersama di studio musik, mereka tampil pertama kali di muka umum pada awal Mei 2012 dan berhasil menarik perhatian.
Melihat antusiasme dan kesuksesan penampilan pertama mereka, para orang tua memutuskan untuk melanjutkan dan mengasah kemampuan musik anak-anak mereka.
Lihat Juga :