Mundur dari Kontestasi Pilkada, Jusuf Hamka Sempat Kampanye Nasi Kuning di Bandung
Senin, 12 Agustus 2024 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
“Saya sudah (buka cabang) sementara di Cianjur sudah ada 12 dan itu tidak pakai APBD. Pakai uang pribadi, banyak relawan yang pakai uang sendiri. Bandung termasuk, Babah Aming, Babah Gatot semua duitnya sendiri. Bukan duit Babah Alun ini. Jadi gerakan ini menjadi gerakan nasional dan dari kita untuk kita,” ungkapnya.
Baca Juga: Mundur dari Golkar dan Pilkada 2024, Jusuf Hamka: Politik Keras dan Kasar
Terkait pencalonannya sebagai cawagub Jabar mendampingi Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024, Jusuf Hamka kembali menyatakan kesiapannya dan akan membuktikannya lewat kerja nyata.
“Saya kalau namanya sudah disiapkan masuk gelanggang, ya harus siap. Saya enggak pandai beretorika, tapi Insya Allah saya telah bekerja dan saya telah membuktikan,” katanya.
Untuk membuktikan keseriusannya, Jusuf Hamka bahkan telah menyusun program 100 hari ke depan, salah satunya program mengentaskan kemiskinan dimana harapannya tak ada lagi warga yang kelaparan.
“Program pertama 100 hari ke depan adalah melihat peta dimana tidak boleh lagi ada warga yang kelaparan. Lapar dan tidak boleh lagi yang kesehatannya tidak bisa diobati. Kemudian pendidikannya,” ujarnya.
Baca Juga: Mundur dari Golkar dan Pilkada 2024, Jusuf Hamka: Politik Keras dan Kasar
Terkait pencalonannya sebagai cawagub Jabar mendampingi Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024, Jusuf Hamka kembali menyatakan kesiapannya dan akan membuktikannya lewat kerja nyata.
“Saya kalau namanya sudah disiapkan masuk gelanggang, ya harus siap. Saya enggak pandai beretorika, tapi Insya Allah saya telah bekerja dan saya telah membuktikan,” katanya.
Untuk membuktikan keseriusannya, Jusuf Hamka bahkan telah menyusun program 100 hari ke depan, salah satunya program mengentaskan kemiskinan dimana harapannya tak ada lagi warga yang kelaparan.
“Program pertama 100 hari ke depan adalah melihat peta dimana tidak boleh lagi ada warga yang kelaparan. Lapar dan tidak boleh lagi yang kesehatannya tidak bisa diobati. Kemudian pendidikannya,” ujarnya.
Lihat Juga :