Saka Tatal Ucapkan Sumpah Pocong, Begini Respons MUI Jabar
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 18:21 WIB
loading...
MUI Jabar angkat bicara terkait ritual sumpah pocong yang dilakukan oleh mantan terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon, Saka Tatal. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) memberikan tanggapan terkait ritual sumpah pocong yang dilakukan oleh Saka Tatal, mantan terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon . Ketua MUI Jabar Bidang Hukum, Iman Setiawan Latief, menegaskan bahwa sumpah pocong bukanlah bagian dari ajaran agama Islam, meski sering dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia.
Iman menjelaskan bahwa sumpah dalam Islam hanya boleh dilakukan dengan menyebut nama Allah SWT atau salah satu sifat-Nya. "Rasulullah SAW mengingatkan umat Muslim untuk berhati-hati dalam melakukan sumpah. Barang siapa bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah kafir atau telah musyrik," ujar Iman, mengutip hadis riwayat Tirmizi.
Ia juga menegaskan bahwa ritual sumpah pocong tidak pernah diajarkan dalam Islam, dan umat Muslim diimbau untuk menghindari praktik tersebut agar terhindar dari syirik dan azab yang pedih. "Cara bersumpah dalam Islam sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan nama Allah SWT. Sumpah yang tidak menggunakan nama Allah adalah haram," tambahnya.
Baca Juga: Ini Alasan Saka Tatal Sumpah Pocong di Hadapan Ratusan Warga Cirebon
Lebih lanjut, Iman menjelaskan tentang konsep Mubahalah dalam Islam, yakni sumpah yang dilakukan oleh dua pihak yang berselisih dan merasa benar. Dalam konteks ini, kedua belah pihak siap dilaknat jika berbohong. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan Mubahalah, dan ritual ini hanya boleh dilakukan jika masalah tersebut sangat urgen dan dapat membahayakan aqidah serta persaudaraan.
Iman menjelaskan bahwa sumpah dalam Islam hanya boleh dilakukan dengan menyebut nama Allah SWT atau salah satu sifat-Nya. "Rasulullah SAW mengingatkan umat Muslim untuk berhati-hati dalam melakukan sumpah. Barang siapa bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah kafir atau telah musyrik," ujar Iman, mengutip hadis riwayat Tirmizi.
Ia juga menegaskan bahwa ritual sumpah pocong tidak pernah diajarkan dalam Islam, dan umat Muslim diimbau untuk menghindari praktik tersebut agar terhindar dari syirik dan azab yang pedih. "Cara bersumpah dalam Islam sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan nama Allah SWT. Sumpah yang tidak menggunakan nama Allah adalah haram," tambahnya.
Baca Juga: Ini Alasan Saka Tatal Sumpah Pocong di Hadapan Ratusan Warga Cirebon
Lebih lanjut, Iman menjelaskan tentang konsep Mubahalah dalam Islam, yakni sumpah yang dilakukan oleh dua pihak yang berselisih dan merasa benar. Dalam konteks ini, kedua belah pihak siap dilaknat jika berbohong. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan Mubahalah, dan ritual ini hanya boleh dilakukan jika masalah tersebut sangat urgen dan dapat membahayakan aqidah serta persaudaraan.
Lihat Juga :