Pemadaman Kebakaran 8.000 Ton Batu Bara di Muaro Jambi Terkendala Cuaca
Kamis, 08 Agustus 2024 - 14:43 WIB
loading...
Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, dan Manggala Agni berusaha memadamkan api yang membakar sekitar 8.000 ton batubara di PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam. Foto/Azhari SJ/MPI
A
A
A
MUARO JAMBI - Kebakaran besar yang melanda ribuan ton batu bara milik PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam, Kabupaten Muaro Jambi , semakin sulit dipadamkan. Teriknya matahari di musim kemarau memperburuk upaya tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, dan Manggala Agni untuk mengendalikan api yang membakar sekitar 8.000 ton batubara tersebut.
Meskipun telah menggunakan alat berat untuk mengurai tumpukan batubara serta pompa air dari mobil BPBD, panas yang dihasilkan dari bongkahan batu bara tetap tak kunjung padam. Ferdinand, perwakilan perusahaan, mengakui kesulitan yang dihadapi dalam upaya pemadaman.
"Lahan ini terbakar sejak musim kemarau dimulai. Awalnya, api hanya kecil, namun kini telah membesar dan membakar sekitar 7.000 hingga 8.000 ton batubara," ujarnya pada Kamis (8/8/2024).
Ia menambahkan bahwa meskipun tim gabungan telah bekerja keras, api masih terus muncul kembali setelah sempat padam. "Setiap kali kita siram, api padam sementara, namun dalam beberapa hari kemudian muncul kembali," jelasnya.
Baca Juga: Dampak Kemarau Ribuan Ton Batu Bara di Muarojambi Terbakar, 3 Minggu Belum Padam
Meskipun telah menggunakan alat berat untuk mengurai tumpukan batubara serta pompa air dari mobil BPBD, panas yang dihasilkan dari bongkahan batu bara tetap tak kunjung padam. Ferdinand, perwakilan perusahaan, mengakui kesulitan yang dihadapi dalam upaya pemadaman.
"Lahan ini terbakar sejak musim kemarau dimulai. Awalnya, api hanya kecil, namun kini telah membesar dan membakar sekitar 7.000 hingga 8.000 ton batubara," ujarnya pada Kamis (8/8/2024).
Ia menambahkan bahwa meskipun tim gabungan telah bekerja keras, api masih terus muncul kembali setelah sempat padam. "Setiap kali kita siram, api padam sementara, namun dalam beberapa hari kemudian muncul kembali," jelasnya.
Baca Juga: Dampak Kemarau Ribuan Ton Batu Bara di Muarojambi Terbakar, 3 Minggu Belum Padam
Lihat Juga :