PAN Menyangkal KIM Plus untuk Jegal Anies Baswedan di Pilkada Jakarta
Rabu, 07 Agustus 2024 - 15:54 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin melihat keputusan yang diambil Partai Golkar menjadi win-win solusi partai-partai di KIM, termasuk Partai Gerindra. Menurutnya, parpol KIM ingin sapu bersih di basis pemilih besar seperti di Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan Banten.
"Maka ada kompromi-kompromi partai KIM ya untuk mengusung kandidat-kandidat tertentu dan akhirnya kita sudah mulai mendapatkan sedikit gambaran ya, karena pada akhirnya Dedi Mulyadi yang akan diusung di Jabar oleh KIM, sedangkan Ridwan Kamil akan dikaji (di Jakarta lagi) seperti itu," ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Menurut Ujang, jika wacana itu terlaksana maka Ridwan Kamil berpotensi melawan Anies Baswedan di Jakarta. "Kalau skema KIM Plus itu jadi yang diucapkan oleh Dasco, maka ya Nasdem bisa gabung KIM, PKB bisa gabung KIM. PKB kan bisa diajak dengan skema KIM, kalau itu terjadi ya Anies nggak bisa berlayar, Anies tidak akan dapat dukungan partai," tutur Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu.
Ujang menambahkan posisi Anies bisa terpental karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu harus mendapat dukungan 20% dari suara partai. Artinya, hanya tersisa PKS dan PDIP.
"Maka ada kompromi-kompromi partai KIM ya untuk mengusung kandidat-kandidat tertentu dan akhirnya kita sudah mulai mendapatkan sedikit gambaran ya, karena pada akhirnya Dedi Mulyadi yang akan diusung di Jabar oleh KIM, sedangkan Ridwan Kamil akan dikaji (di Jakarta lagi) seperti itu," ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Menurut Ujang, jika wacana itu terlaksana maka Ridwan Kamil berpotensi melawan Anies Baswedan di Jakarta. "Kalau skema KIM Plus itu jadi yang diucapkan oleh Dasco, maka ya Nasdem bisa gabung KIM, PKB bisa gabung KIM. PKB kan bisa diajak dengan skema KIM, kalau itu terjadi ya Anies nggak bisa berlayar, Anies tidak akan dapat dukungan partai," tutur Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu.
Ujang menambahkan posisi Anies bisa terpental karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu harus mendapat dukungan 20% dari suara partai. Artinya, hanya tersisa PKS dan PDIP.
(rca)
Lihat Juga :