25 Juta Pramuka Indonesia Siap Lakukan Perubahan Atasi Pandemi COVID-19
Selasa, 25 Agustus 2020 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya juga mendorong agar anggota Pramuka Indonesia mencatat segala kegiatan pengabdian yang mereka lakukan. Sebab dari data yang ia peroleh, ia sempat terkejut ketika melihat jam pengabdian Indonesia hanya sedikit; hanya 1.500 jam per bulan. Sementara Pramuka India mencapai 1,5 juta jam, dan Pramuka Amerika Serikat 10 juta jam per bulan.
Terkait pandemi,ia mengungkapkan bahwa sebenarnya dunia telah mengalami beberapa kali. Pada tahun 1918, saat Bapak Pramuka Indonesia Sultan Hamengku Buwono IX berusia enam tahun, sudah ada pandemi flu. “Kala itu penduduk harus tinggal di rumah, dilarang berkeliaran di luar rumah bila tidak perlu, dan dilarang masuk ke lokasi pandemi. Indonesia mampu mengatasi pandemi flu itu,” ungkapnya.
Kemudian pada 2000 ada pandemi SARS, kemudian tahun 2009 ada Flu Meksiko (H1N1), disusul Flu Unta pada 2012; dan tahun 2019 ada Pandemi Covid. "Kini Pramuka harus berperan mengatasi pandemi kali ini," tandasnya.
Sementara, Ketua Kwartir Daerah Pramuka Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti menambahkan bahwa pramuka selalu hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan.
"Ketika ada pandemi COVID-19, para anggota Pramuka ikut memberi penjelasan soal bahaya COVID. Mereka juga membagikan masker dan hand sanitizer. Di sini Pramuka memiliki semangat kebangsaan maupun pendidikan karakter. Selain itu juga mempunyai kecakapan hidup," kata Atikoh.
Terkait pandemi,ia mengungkapkan bahwa sebenarnya dunia telah mengalami beberapa kali. Pada tahun 1918, saat Bapak Pramuka Indonesia Sultan Hamengku Buwono IX berusia enam tahun, sudah ada pandemi flu. “Kala itu penduduk harus tinggal di rumah, dilarang berkeliaran di luar rumah bila tidak perlu, dan dilarang masuk ke lokasi pandemi. Indonesia mampu mengatasi pandemi flu itu,” ungkapnya.
Kemudian pada 2000 ada pandemi SARS, kemudian tahun 2009 ada Flu Meksiko (H1N1), disusul Flu Unta pada 2012; dan tahun 2019 ada Pandemi Covid. "Kini Pramuka harus berperan mengatasi pandemi kali ini," tandasnya.
Sementara, Ketua Kwartir Daerah Pramuka Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti menambahkan bahwa pramuka selalu hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan.
"Ketika ada pandemi COVID-19, para anggota Pramuka ikut memberi penjelasan soal bahaya COVID. Mereka juga membagikan masker dan hand sanitizer. Di sini Pramuka memiliki semangat kebangsaan maupun pendidikan karakter. Selain itu juga mempunyai kecakapan hidup," kata Atikoh.
Lihat Juga :