Pilkada Sarmi: Fredik Sawefkoy Mundur, Jemmi Maban Diusulkan Sebagai Cawabup Yanni
Senin, 05 Agustus 2024 - 23:22 WIB
loading...
Dinamika politik di Kabupaten Sarmi memasuki babak baru setelah Fredik Sawefkoy menyatakan mundur secara resmi sebagai Calon Wakil Bupati dari Yanni. Foto/Istimewa
A
A
A
JAYAPURA - Dinamika politik di Kabupaten Sarmi memasuki babak baru setelah Fredik Sawefkoy menyatakan mundur secara resmi sebagai Calon Wakil Bupati dari Yanni. Pernyataan pengunduran diri Fredik disampaikan langsung kepada Calon Bupati Sarmi, Yanni, di Jakarta, Sabtu (3/8/2024).
"Saya tadi telah menyampaikan langsung pengunduran diri sebagai Calon Wakil Bupati Sarmi kepada Bu Yanni sebagai bentuk tatakrama dan penghormatan, bahwa persaudaraan itu dapat terus terjalin meski kami bukan lagi pasangan kandidat dalam Pilkada," kata Fredik kepada wartawan seusai bertemu Yanni di Jakarta.
Fredik mengatakan, keputusan mundur dari pencalonan di Pilkada murni hasil perenungan panjang dengan mempertimbangan banyak hal dan tidak ada pengaruh maupun tekanan dari pihak manapun. Dia menegaskan alasan utamanya adalah karena ingin melanjutkan pengabdian sebagai ASN di Kabupaten Sarmi yang harus ditunaikan sampai tuntas.
"Pengabdian saya di ASN ini masih 12 tahun, kemudian saya baru dipromosikan sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan. Saya pikir bagian ini saya harus tunaikan dulu karena merupakan amanah dari Tuhan lewat negara," ujar Fredik.
Fredik bersyukur Yanni telah memberi pengalaman berharga dengan membawanya mengenyam dunia politik, karena itu dia menyampaikan banyak terima kasih kepada Yanni dan tim serta para tokoh yang tegabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang selama ini terus memberikan dorongan dan dukungan.
Selain itu, Fredik juga menyampaikan permohonan maaf apabila membuat kecewa sejumlah pihak yang mendukungnya dan berharap dia terus maju di Pilkada Kabupaten Sarmi.
Meskipun mundur dalam kontestasi Pilkada, Fredik mengaku siap memberikan jiwa raganya dalam rangka mengabdi untuk Kabupaten Sarmi, termasuk apabila nantinya Yanni terpilih menjadi Bupati.
"Saya tadi telah menyampaikan langsung pengunduran diri sebagai Calon Wakil Bupati Sarmi kepada Bu Yanni sebagai bentuk tatakrama dan penghormatan, bahwa persaudaraan itu dapat terus terjalin meski kami bukan lagi pasangan kandidat dalam Pilkada," kata Fredik kepada wartawan seusai bertemu Yanni di Jakarta.
Fredik mengatakan, keputusan mundur dari pencalonan di Pilkada murni hasil perenungan panjang dengan mempertimbangan banyak hal dan tidak ada pengaruh maupun tekanan dari pihak manapun. Dia menegaskan alasan utamanya adalah karena ingin melanjutkan pengabdian sebagai ASN di Kabupaten Sarmi yang harus ditunaikan sampai tuntas.
"Pengabdian saya di ASN ini masih 12 tahun, kemudian saya baru dipromosikan sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan. Saya pikir bagian ini saya harus tunaikan dulu karena merupakan amanah dari Tuhan lewat negara," ujar Fredik.
Fredik bersyukur Yanni telah memberi pengalaman berharga dengan membawanya mengenyam dunia politik, karena itu dia menyampaikan banyak terima kasih kepada Yanni dan tim serta para tokoh yang tegabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang selama ini terus memberikan dorongan dan dukungan.
Selain itu, Fredik juga menyampaikan permohonan maaf apabila membuat kecewa sejumlah pihak yang mendukungnya dan berharap dia terus maju di Pilkada Kabupaten Sarmi.
Meskipun mundur dalam kontestasi Pilkada, Fredik mengaku siap memberikan jiwa raganya dalam rangka mengabdi untuk Kabupaten Sarmi, termasuk apabila nantinya Yanni terpilih menjadi Bupati.
Lihat Juga :