Kisah LB Moerdani Nekat Memata-matai Panglima ABRI demi Kesetiaan kepada Soeharto
Senin, 05 Agustus 2024 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan Benny dalam operasi Woyla mengukuhkan posisinya di mata Soeharto. Ia dianggap berjasa besar karena berhasil menjaga nama baik Indonesia di panggung internasional. Atas prestasinya ini, Benny Moerdani diangkat menjadi Panglima ABRI pada tahun 1983, mengalahkan para seniornya seperti Letjen Himawan Sutanto yang membawahi Benny.
Pengangkatan Benny sebagai Panglima ABRI menciptakan ketegangan dan kecemburuan di kalangan para senior lulusan Akademi Militer. Meski begitu, Benny terus melangkah maju, berpegang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Hankam Negara yang tidak mengizinkannya merangkap sebagai Menhankam. Jabatan Menhankam dipegang oleh Jenderal Poniman, mantan KSAD.
Kisah keberanian LB Moerdani dalam memata-matai Jenderal M. Yusuf adalah sebuah babak penting dalam sejarah militer Indonesia. Dengan segala kontroversi dan keberhasilannya, Benny Moerdani menunjukkan ketangguhan dan kecerdasannya dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan, menjadikannya salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Indonesia.
Pengangkatan Benny sebagai Panglima ABRI menciptakan ketegangan dan kecemburuan di kalangan para senior lulusan Akademi Militer. Meski begitu, Benny terus melangkah maju, berpegang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Hankam Negara yang tidak mengizinkannya merangkap sebagai Menhankam. Jabatan Menhankam dipegang oleh Jenderal Poniman, mantan KSAD.
Kisah keberanian LB Moerdani dalam memata-matai Jenderal M. Yusuf adalah sebuah babak penting dalam sejarah militer Indonesia. Dengan segala kontroversi dan keberhasilannya, Benny Moerdani menunjukkan ketangguhan dan kecerdasannya dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan, menjadikannya salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Indonesia.
(hri)
Lihat Juga :